Finnews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data terbaru mengenai prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada Minggu, 11 Januari 2026. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang berada di wilayah utara dan Kepulauan Seribu, menyusul adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan disertai kilat atau petir.
Berdasarkan data resmi, wilayah Kepulauan Seribu mengalami kondisi yang cukup dinamis sejak dini hari tadi. Hingga pukul 07.00 WIB, hujan petir terus membayangi wilayah kepulauan dengan suhu udara stabil di angka 26 derajat Celsius. Angin terpantau bergerak cukup kencang dengan kecepatan mencapai 22 hingga 26 kilometer per jam. Kondisi ini diprediksi mulai mereda menjadi hujan ringan pada malam hari.
Kondisi Cuaca di Wilayah Kota
Berbeda dengan Kepulauan Seribu, lima wilayah kota administrasi Jakarta didominasi oleh kondisi berawan tebal dan hujan dengan intensitas ringan.
Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara memulai pagi dengan langit yang tertutup awan tebal. Memasuki siang hari sekitar pukul 13.00 WIB, hujan ringan mulai mengguyur secara merata di wilayah tersebut. Suhu udara di kawasan pusat kota berkisar antara 23 hingga 28 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi.
Sementara itu, wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur menunjukkan pola cuaca yang serupa. Meskipun sempat terpantau berawan tebal pada pagi hari, BMKG memprakirakan hujan ringan akan turun pada siang hingga sore hari. Suhu maksimal di Jakarta Timur mencapai 29 derajat Celsius, menjadikannya wilayah dengan suhu tertinggi dibandingkan area lainnya hari ini.
Imbauan dan Rencana Sepekan
BMKG juga menyertakan proyeksi cuaca untuk beberapa hari ke depan melalui data terbaru mereka. Masyarakat Jakarta harus bersiap menghadapi potensi hujan petir yang diprediksi masih akan berlanjut hingga Senin besok dan puncaknya pada pertengahan pekan mendatang, tepatnya pada Rabu dan Kamis.
Para pengendara motor dan warga yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk selalu membawa perlengkapan hujan serta waspada terhadap potensi genangan air di titik-titik rawan. Selain itu, kecepatan angin yang bervariasi antara 7 hingga 27 kilometer per jam menuntut kewaspadaan ekstra terhadap pohon tumbang atau papan reklame yang rapuh.