finnews.id – Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur, dipastikan tetap beroperasi normal dan aman usai diterjang cuaca ekstrem berupa angin puting beliung pada Kamis (8/1) sekitar pukul 14.10 WIB.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan, seluruh sistem keselamatan penerbangan berjalan sesuai prosedur dan tidak ada kerusakan fatal akibat peristiwa tersebut.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa menyampaikan bahwa seluruh pemangku kepentingan bergerak cepat sejak kejadian terjadi.
“Pengamanan, pemeriksaan, hingga pemulihan langsung dilakukan secara terpadu untuk memastikan keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan,” ujar Lukman dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Cuaca ekstrem sempat berdampak pada operasional penerbangan, khususnya dalam bentuk holding untuk pesawat yang hendak mendarat maupun lepas landas, serta pengalihan (divert) ke bandara alternatif.
Beberapa penerbangan Lion Air, Garuda Indonesia, dan Sriwijaya Air tercatat mengalami penundaan sementara. Selain itu, pesawat dari Balikpapan, Makassar, dan Jakarta dialihkan ke Bandara Ahmad Yani Semarang karena kondisi cuaca di Juanda belum memungkinkan untuk pendaratan.
“Seluruh langkah mitigasi dijalankan sesuai prosedur. Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama,” tegas Lukman.
Kemenhub memastikan tidak ada laporan kerusakan pesawat dari maskapai yang terdampak.
Angin kencang menyebabkan sejumlah ground support equipment, khususnya tangga penumpang di area apron, mengalami pergeseran dan roboh. Namun, insiden tersebut tidak berdampak pada pesawat dan telah ditangani dengan cepat.
Hasil pemeriksaan memastikan landasan pacu (runway) dan apron bersih dari foreign object debris (FOD). Seluruh fasilitas navigasi penerbangan dipastikan berfungsi normal, sementara pengamanan perimeter bandara tetap terjaga.
Di Terminal 1, angin puting beliung menyebabkan pohon tumbang dan rambu lalu lintas roboh di akses jalan masuk sisi utara. Arus kendaraan sempat dialihkan, namun kini telah kembali normal. Beberapa kendaraan di area parkir dilaporkan tertimpa pohon, meski kondisi di dalam gedung terminal tetap kondusif.
Proses penanganan dan pemulihan dilakukan dengan dukungan Lanudal Juanda, BPBD, serta unsur internal pengelola bandara.
Sementara itu, Terminal 2 dilaporkan tidak mengalami dampak signifikan. Operasional terminal dan arus kendaraan berjalan lancar, dengan situasi di dalam gedung tetap aman dan terkendali.
Cuaca buruk juga menyebabkan keterlambatan sejumlah penerbangan, di antaranya Garuda Indonesia, Citilink, Nam Air, dan Xiamen Airlines. Maskapai bersama pengelola bandara telah menerapkan delay management sesuai ketentuan.
Informasi jadwal diperbarui melalui Flight Information Display System (FIDS), disertai pengumuman langsung kepada penumpang serta pemberian kompensasi sesuai regulasi.
“Kami memastikan penanganan keterlambatan dilakukan secara transparan, dengan informasi yang jelas kepada penumpang,” kata Lukman.
Kemenhub menegaskan akan terus memperkuat pengawasan dan koordinasi lintas sektor guna memastikan standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan penerbangan di Bandara Juanda tetap terjaga. Pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada para pengguna jasa atas pengertian dan kerja sama selama proses penanganan dampak cuaca ekstrem tersebut.