finnews.id – Sebagai salah satu negara di Eropa yang cukup disegani nyatanya terdapat fakta yang tidak bisa dipungkiri tentang negara Inggris.
Jumlah imigran yang masuk ke Inggris menggunakan perahu kecil sepanjang 2025 tercatat sangat tinggi. Data pemerintah Inggris yang dirilis pada Kamis (1/1) menunjukkan sebanyak 41.472 migran tiba di pesisir Inggris lewat jalur laut, menjadikannya angka tahunan tertinggi kedua sepanjang sejarah.
Jumlah tersebut mengalami kenaikan sekitar 13 persen dibandingkan 2024. Meski begitu, angka ini masih 9 persen lebih rendah dari rekor tertinggi sepanjang masa yang pernah tercatat pada 2022, ketika hampir 46.000 imigran menyeberangi Selat Inggris.
Angka yang cukup tinggi tersebut menjadi tanda bahwa negara Inggris memiliki suatu kelebihan dan sumber daya penunjang pengembangan kehidupan penduduknya.
Namun di balik tingginya angka kedatangan, penyeberangan Selat Inggris tetap menyimpan risiko besar. Sepanjang 2025, setidaknya 17 orang dilaporkan meninggal dunia saat mencoba menyeberang.
Informasi ini dilaporkan media Inggris dengan mengutip otoritas Prancis dan Inggris.
Lonjakan jumlah imigran ini juga terjadi di tengah perubahan besar dalam kebijakan suaka Inggris. Pada November lalu, Departemen Dalam Negeri Inggris mengumumkan perombakan menyeluruh terhadap sistem suaka.
Dalam aturan baru tersebut, para pencari suaka yang akhirnya mendapatkan status suaka diwajibkan menunggu hingga 20 tahun sebelum memenuhi syarat untuk mengajukan permohonan izin tinggal permanen. Kebijakan ini menjadi salah satu langkah pemerintah Inggris dalam memperketat sistem imigrasi di tengah tingginya arus imigran yang masuk setiap tahun.