finnews.id – Pergantian tahun identik dengan pesta kembang api, tiupan terompet, hingga jamuan makanan bersama keluarga dan orang terdekat. Bagi banyak orang, 1 Januari juga menjadi simbol awal baru, waktu menyusun resolusi dan harapan untuk masa depan.
Namun, di berbagai belahan dunia, Tahun Baru 1 Januari justru berlalu seperti hari biasa. Faktor budaya, kepercayaan, hingga sistem kalender membuat sejumlah negara memilih merayakan pergantian tahun pada waktu yang berbeda.
Dikutip dari Go2Tutors, Kamis (1/1), berikut beberapa negara yang tidak menjadikan 1 Januari sebagai perayaan Tahun Baru utama.
1. China
Meski sebagian anak muda China meramaikan malam 31 Desember dengan pesta atau kembang api di pusat perbelanjaan, perayaan itu bukan yang paling dinanti.
Masyarakat China menunggu Tahun Baru Imlek atau Festival Musim Semi sebagai momen pergantian tahun yang sesungguhnya. Ratusan juta orang melakukan mudik besar-besaran untuk berkumpul bersama keluarga.
Perayaan berlangsung selama 15 hari dan ditutup dengan Festival Lentera. Nuansa merah mendominasi, petasan dinyalakan untuk mengusir roh jahat, serta tradisi berbagi angpao dan jamuan keluarga menjadi pusat perayaan.
2. Vietnam
Di Vietnam, Tahun Baru 1 Januari kalah pamor dibanding Hari Raya Tết, yang juga mengikuti kalender lunar seperti Imlek.
Persiapan Tết dilakukan jauh hari: rumah dibersihkan untuk membuang kesialan, pakaian baru dibeli, dan dekorasi seperti bunga persik serta pohon kumquat menghiasi rumah.
Perayaan berlangsung beberapa hari dengan sajian istimewa, ritual penghormatan leluhur, serta tradisi amplop merah bagi anak-anak.
3. Ethiopia
Ethiopia memiliki kalender sendiri yang berbeda 7–8 tahun dari kalender Gregorian. Tahun Baru Ethiopia, yang disebut Enkutatash, jatuh pada 11 atau 12 September saat tahun kabisat.
Perayaan ini menandai berakhirnya musim hujan dan datangnya musim semi. Keluarga berkumpul, bertukar bunga, dan menyanyikan lagu tradisional.
Sementara itu, tanggal 31 Desember nyaris berlalu tanpa perayaan berarti bagi sebagian besar warga Ethiopia.