4. Iran

Iran merayakan Tahun Baru Nowruz, tradisi berusia lebih dari 3.000 tahun yang jatuh saat ekuinoks musim semi.

Keluarga menyiapkan meja Haft-sin, berisi tujuh benda simbolis berawalan huruf “S” dalam bahasa Persia. Rumah dibersihkan menyeluruh sebagai simbol penyucian diri.

Perayaan berlangsung 13 hari dan ditutup dengan tradisi piknik bersama di alam terbuka pada hari Sizdah Bedar.

5. Arab Saudi

Arab Saudi menggunakan kalender Hijriah sebagai kalender resmi negara. Tahun Baru Islam jatuh pada 1 Muharram.

Bagi masyarakat muslim konservatif, merayakan Tahun Baru Masehi secara meriah dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam. Karena itu, pergantian tahun 1 Januari umumnya tidak dirayakan secara khusus.

6. Brunei Darussalam

Brunei Darussalam juga tidak merayakan Tahun Baru 1 Januari di ruang publik. Sejak 2014, pemerintah melarang perayaan Natal dan Tahun Baru secara terbuka.

Menampilkan dekorasi, mengenakan atribut pesta, atau mengadakan perayaan umum dinilai bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang dianut negara tersebut.

Perbedaan cara menyambut Tahun Baru menunjukkan betapa beragamnya budaya dan kepercayaan di dunia. Bagi sebagian negara, pergantian tahun bukan soal tanggal, melainkan makna dan tradisi yang diwariskan turun-temurun.