Home Ekonomi Industri Furnitur Indonesia tertekan Vietnam, Ini Inisiatif Kadin
Ekonomi

Industri Furnitur Indonesia tertekan Vietnam, Ini Inisiatif Kadin

Industri furnitur Indonesia

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Industri furnitur Indonesia menghadapi tekanan signifikan dari Vietnam, terutama terlihat dari perbedaan besar dalam nilai ekspor. Vietnam berhasil menarik investasi asing besar dan unggul dalam teknologi serta efisiensi produksi.

Data menunjukkan kesenjangan ekspor yang mencolok antara kedua negara.

  • Vietnam: Nilai ekspor furnitur Vietnam pada periode Januari-Oktober 2024 mencapai USD14,4 miliar. Pada tahun sebelumnya, total ekspor furnitur mereka mencapai USD18 miliar.
  • Indonesia: Nilai ekspor furnitur Indonesia pada tahun 2024 hanya mencapai USD1,47 miliar. Target pemerintah Indonesia untuk ekspor furnitur pada 2024 adalah menembus USD5 miliar, angka yang masih jauh di bawah pencapaian Vietnam.

Beberapa faktor utama menyebabkan industri furnitur Indonesia tertinggal dari Vietnam:

  • Investasi Asing Langsung (FDI): Sejak perang dagang AS-China, banyak perusahaan furnitur China memindahkan basis produksi mereka ke Vietnam untuk menghindari tarif impor AS. Indonesia dinilai kurang agresif dalam menarik investasi ini, sehingga sebagian besar investasi masuk ke Vietnam.
  • Teknologi dan Efisiensi: Asosiasi industri mebel Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mengakui bahwa Indonesia jauh tertinggal dari Vietnam dalam penerapan teknologi produksi modern. Produsen lokal dapat belajar dari teknologi yang dibawa oleh investor asing, namun arus masuk investasi di Indonesia masih minim.
  • Regulasi dan Komitmen: Industri mebel Indonesia sering menghadapi hambatan regulasi yang berbelit dan birokrasi, yang tidak menopang pertumbuhan ekspor. Pembeli dari Eropa dan Amerika juga mengeluhkan masalah komitmen, seperti ketepatan waktu pengiriman dan konsistensi kualitas dari pelaku industri Indonesia, yang dinilai kurang dibandingkan pengusaha Vietnam.
  • Dukungan Pemerintah: Pemerintah Vietnam memberikan dukungan kuat dan insentif untuk industri mebel mereka, sementara di Indonesia, isu ini baru-baru ini menjadi perhatian serius, dengan Menteri Keuangan mengkaji insentif pembiayaan untuk membantu daya saing industri lokal.

Industri furnitur Indonesia tengah menghadapi tantangan besar di pasar global. Persaingan ketat dengan negara-negara seperti Vietnam membuat pelaku usaha dalam negeri kian tertekan, terutama dari sisi biaya pembiayaan yang dinilai masih tinggi.

Bagikan
Artikel Terkait
Anggaran Iuran Board of Peace Indonesia Tembus Rp16,8 Triliun, Menkeu Bocorkan Sumber Dananya!
Ekonomi

Anggaran Iuran Board of Peace Indonesia Tembus Rp16,8 Triliun, Menkeu Bocorkan Sumber Dananya!

finnews.id – Pemerintah baru saja menggebrak panggung diplomasi dunia dengan keputusan besar...

BTN
Ekonomi

BTN Terima Kunjungan Puteri Indonesia, Diskusikan Pemberdayaan Perempuan dan Isu Keberlanjutan

finnews.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menjajaki sinergi melalui dialog...

Lima puluh ribu keluarga tolak menerima bansos dari pemerintah.
Ekonomi

Bansos 2026 Cair Lagi! 18 Juta KPM Mulai Terima Bantuan Februari, Ini Jadwal dan Cara Ceknya

FINNEWS.CO.ID – Pemerintah kembali memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tahun 2026 tetap...

Ekonomi

TERKEJUT! Pembekuan MSCI Bikin Pasar Guncang – Risiko RI Gagal Bayar Capai Kisah Baru!

finnews.id – Huru-Hara MSCI: Asing Bawa Kabur Rp12,5 T, Risiko Gagal Bayar...