Home Internasional Misteri di Balik Insiden Berdarah Pantai Bondi: Australia Tolak Ungkap Asal Negara Pelaku Penembakan 15 Korban
Internasional

Misteri di Balik Insiden Berdarah Pantai Bondi: Australia Tolak Ungkap Asal Negara Pelaku Penembakan 15 Korban

Bagikan
Rahasia negara asal pelaku Bondi
Otoritas Australia menahan informasi tentang negara asal pelaku penembakan maut di Pantai Bondi, Sydney, yang menewaskan 15 orang. Ayah pelaku diduga memiliki latar belakang klub menembak, sementara putranya pernah diselidiki ASIO karena indikasi afiliasi dengan jaringan ISIS.Foto:Tangkapan Layar
Bagikan

Finnews.id – Otoritas Australia menahan informasi tentang negara asal pelaku penembakan maut di Pantai Bondi, Sydney, yang menewaskan 15 orang. Ayah pelaku diduga memiliki latar belakang klub menembak, sementara putranya pernah diselidiki ASIO karena indikasi afiliasi dengan jaringan ISIS.

Otoritas Australia Bungkam Soal Negara Asal Pelaku Utama

Tragedi penembakan yang menewaskan 15 orang di Pantai Bondi, Sydney, memunculkan tanda tanya besar setelah otoritas Australia secara resmi menolak untuk mengungkapkan negara asal dari ayah pelaku utama. Insiden berdarah yang disebut oleh Perdana Menteri Anthony Albanese sebagai tindakan terorisme antisemit ini mengejutkan negara yang terkenal dengan kontrol senjata yang ketat.

Pelaku utama yang diduga adalah seorang ayah berusia 50 tahun, dikonfirmasi tiba di Australia pada tahun 1998 menggunakan visa pelajar dan telah menjadi penduduk tetap Australia saat insiden terjadi. Putranya yang berusia 24 tahun dan lahir di Australia, saat ini dilaporkan dirawat di rumah sakit akibat luka tembak. Meskipun latar belakang imigrasi dan residensi diungkap, detail mengenai dari negara mana ayah pelaku berasal hingga kini masih menjadi misteri yang ditutup rapat.

Jejak Intelijen: Dugaan Keterkaitan dengan Jaringan ISIS

Selain kerahasiaan identitas negara, penyelidikan juga menyoroti dugaan afiliasi terorisme yang pernah melibatkan sang anak. PM Albanese mengungkapkan bahwa Badan Intelijen Keamanan Domestik Australia (ASIO) pernah menyelidiki putra pelaku selama enam bulan pada tahun 2019.

Laporan dari Australian Broadcasting Corp. (ABC) menyebutkan, ASIO sempat memeriksa dugaan hubungan putra pelaku dengan sel kelompok ISIS yang berbasis di Sydney. Albanese menekankan bahwa ASIO saat itu lebih fokus pada asosiasi atau koneksi sang anak dengan kelompok tersebut, bukan pada individu sang putra sendiri.

Sementara itu, ayahnya diketahui memiliki izin senjata api resmi dan merupakan anggota aktif klub menembak. Fakta ini mengindikasikan bahwa ia adalah seorang penembak target yang memiliki akses legal terhadap senjata.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Internasional

Gempar! Xi Jinping Pecat Jenderal Paling Kuat di China, Gejolak Militer Beijing?

finnews.id – Presiden Xi Jinping mengeluarkan keputusan besar dengan mencopot General Zhang...

China Buka Pintu untuk Chip AS, Nvidia H200 Resmi Masuk Tiongkok
Internasional

China Buka Pintu untuk Chip AS, Nvidia H200 Resmi Masuk Tiongkok

Finnews.id – Setelah bertahun-tahun bersikap keras terhadap teknologi Amerika Serikat, China akhirnya...

Internasional

India Konfirmasi Dua Kasus Virus Nipah, Klaim Situasi Terkendali

finnews.id – Pihak berwenang India telah memastikan “penanganan tepat waktu” virus Nipah...

Internasional

Armada Kapal Perang AS Tiba di Timur Tengah, Trump: Iran Ingin Membuat Kesepakatan

finnews.id – Armada Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) yang dipimpin oleh USS...