Finnews.id – Pasangan andalan Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari (Ana/Meilysa), berhasil mengunci tempat di babak final.
Mereka akan menghadapi lawan klasik sekaligus tangguh, yakni ganda putri Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan.
Pertandingan final yang sangat dinantikan ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu di Thammasat University Rangsit Campus.
Bagi Ana dan Meilysa, laga ini bukan hanya sekadar perebutan medali emas, melainkan juga pertemuan kali keempat mereka dengan duo Malaysia tersebut.
Ana mengakui tantangan di final sangat berat. Mengingat rekam jejak pertemuan sebelumnya. Oleh karena itu, persiapan strategi menjadi kunci utama.
“Kami sangat senang bisa kembali menginjak final, tapi pekerjaan kami belum benar-benar selesai. Kami harus mempersiapkan strategi terbaik untuk laga puncak,” ujar Ana, dikutip dari rilis resmi PBSI pada Sabtu, 13 Desember 2025.
“Pearly/Thinaah adalah lawan yang sangat tangguh. Jadi, kami harus menentukan dengan jelas bagaimana pola permainan yang akan kami terapkan untuk bisa merebut emas,” jelasnya.
Kemenangan Kilat Semifinal
Ana/Meilysa melangkah menuju final dengan performa yang meyakinkan. Pada laga semifinal yang digelar Sabtu, mereka sukses menundukkan pasangan Vietnam, Bui Bich Phuong/Vu Thi Trang, hanya dalam dua game langsung dengan skor dominan 21-10, 21-9.
Kunci dari kemenangan telak ini, menurut Meilysa, adalah intensitas serangan dan fokus yang tidak pernah mengendur sepanjang pertandingan.
“Kunci kemenangan tadi adalah kami tidak pernah memberikan lawan kesempatan untuk mengembangkan permainan mereka. Kami konsisten menekan serangan, fokus total dari poin ke poin,” ungkap Meilysa.
Ana menambahkan rasa syukur karena mampu menyelesaikan pertandingan dengan cepat, yang sangat krusial untuk menjaga kondisi fisik menjelang final. Kemenangan dua game langsung memungkinkan mereka memiliki waktu pemulihan yang lebih maksimal.
Laga final melawan Pearly/Thinaah memiliki makna emosional yang lebih dalam bagi tim Indonesia.