Home Hukum & Kriminal JANGAN TAKUT! Publik Boleh KRITIK POLISI Setajam SILET
Hukum & Kriminal

JANGAN TAKUT! Publik Boleh KRITIK POLISI Setajam SILET

Bagikan
JANGAN TAKUT, Publik Boleh KRITIK POLISI Setajam SILET
JANGAN TAKUT, Publik Boleh KRITIK POLISI Setajam SILET
Bagikan

Finnews.id – Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Prof Jimly Asshiddiqie, menegaskan langkah transformasi di tubuh Polri harus menjadi fondasi utama untuk membenahi seluruh sistem hukum di Indonesia.

“Inilah momentum awal memperbaiki sistem negara hukum kita, mulai dari pangkal sampai ke ujung,” ujar Jimly dalam Apel Kasatwil 2025 di Satlat Brimob Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 24 November 2025.

Dia  menekankan proses reformasi ini harus dijalankan secara bertahap dan berkesinambungan. Ia menegaskan keseriusan Polri dalam memperbaiki tata kelola merupakan modal penting dalam membangun kembali kepercayaan publik yang merupakan mandat langsung dari Presiden.

Salah satu pilar utama reformasi yang digarisbawahi oleh Jimly adalah kebutuhan mendesak untuk modernisasi tata kelola penegakan hukum.

Dalam hal ini, digitalisasi layanan publik kepolisian menjadi fokus yang tidak bisa ditawar lagi.

“Modernisasi ini harus diberi perhatian sungguh-sungguh,” tegas Guru Besar Hukum Tata Negara ini.

Modernisasi tidak hanya sekadar tentang peralatan teknologi. Tetapi juga tentang perubahan mindset dan sistem yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel, yang pada ujungnya akan memulihkan kepercayaan masyarakat.

Prof Jimly dengan jelas menyatakan agenda perbaikan ini tidak boleh bersifat parsial atau berhenti hanya di level kepolisian. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang holistik dan integratif.

Lingkup Rreformasi Meliputi:

  • Seluruh Lembaga Penegak Hukum: Proses perbaikan harus merangkul semua institusi penegak hukum.
  • Sistem Peradilan: Reformasi harus berjalan hingga ke level lembaga peradilan untuk menciptakan ekosistem hukum yang sehat dan berkeadilan.

Dengan kata lain, Polri menjadi titik awal untuk sebuah perubahan besar yang menjalar ke seluruh sendi sistem hukum di Indonesia.

Dibuka Ruang Kritik Untuk Polri

Dalam upaya menciptakan reformasi yang benar-benar menyentuh akar permasalahan, Prof Jimly secara eksplisit membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat.

“Kami membuka kritik setajam mungkin,” jelasnya.

Menurutnya, kritik konstruktif dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk Polri. Pendekatan ini menunjukkan kesadaran keberhasilan reformasi butuh pengawasan dan kontribusi aktif dari seluruh elemen bangsa.

Jimly juga mengapresiasi pelaksanaan Apel Kasatwil 2025 yang mempertemukan seluruh pimpinan Polri dari berbagai daerah.

Ia menilai kegiatan semacam ini bukan sekadar seremonial, melainkan memiliki nilai strategis yang tinggi.

“Kegiatan ini memberi inspirasi untuk kemajuan penegakan hukum ke depan,” pungkas Jimly.

Bagikan
Artikel Terkait
Hukum & Kriminal

Viral Injak Al-Qur’an, Dua Perempuan di Lebak Jadi Tersangka Penistaan Agama

finnews.id – Polres Lebak menetapkan dua perempuan sebagai tersangka kasus penistaan agama...

Hukum & Kriminal

Ditetapkan Tersangka, KPK Beberkan Modus Baru Korupsi Bupati Tulungagung 

finnews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap modus baru dalam kasus dugaan...

Hukum & Kriminal

Bea Cukai Jakarta Segel 29 Yacht, Diduga Langgar Aturan Pajak dan Kepabeanan!

finnews.id – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan melalui Kantor Wilayah...

KPK Segel Dinas PUPR Pasca OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu, Belasan Orang Digiring ke Jakarta!
Hukum & Kriminal

KPK Segel Dinas PUPR Pasca OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu, Belasan Orang Digiring ke Jakarta!

finnews.id – Kabar mengejutkan kembali mengguncang Jawa Timur! Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...