Home Ekonomi KEJAR 200 PENGEMPLANG PAJAK! Nunggak Rp50 Triliun, Target Akhir Tahun Beres
Ekonomi

KEJAR 200 PENGEMPLANG PAJAK! Nunggak Rp50 Triliun, Target Akhir Tahun Beres

Bagikan
KEJAR 200 PENGEMPLANG PAJAK, Nunggak Rp50 Triliun
KEJAR 200 PENGEMPLANG PAJAK, Nunggak Rp50 Triliun
Bagikan

Finnews.id – Pemerintah akan mengejar Rp50 triliun yang digelapkan oleh wajib pajak. Tercatat ada 200 pengemplang pajak negara. Targetnya akhir tahun semuanya sudah beres.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan negara tidak akan memberi ruang aman bagi para penunggak pajak.

“Kami yakin bisa menarik Rp20 triliun hingga Rp50 triliun. Mereka jangan main-main sama kita,” tegas Purbaya, di Jakarta, pada Jumat, 14 November 2025.

Infonya, dari 200 wajib pajak itu, Sebagian besar pengusaha. Hingga saat ini, penagihan baru mencapai Rp8 triliun. Sebagian besar melalui skema cicilan. Sisanya terus dikejar oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Baru 15 Persen Tertagih, Sisanya Masih Dikejar

Purbaya menyebut jalur penegakan akan terus diperkuat. Tujuannya agar sisa tunggakan Rp50 triliun dapat dipungut secara bertahap.

“Yang Rp50 triliun itu pasti akan terkejar. Bertahap, tapi pasti. Sekarang baru Rp8 triliun,” imbuhnya.

Sebelumnya, Dirjen Pajak Bimo Wijayanto menetapkan target yang sama: Rp20 triliun harus masuk ke kas negara sebelum akhir 2025.

Hal ini dijawabnya langsung ketika Purbaya mempertanyakan kemampuan DJP dalam mengejar 200 wajib pajak besar tersebut.

Per bulan ini, DJP mencatat Rp7,216 triliun telah terkumpul dari penagihan tunggakan. Artinya, ada kenaikan Rp216 miliar dibanding bulan sebelumnya.

91 Wajib Pajak Sudah Bayar, 5 Kategori Macet

DJP Merinci dari 200 Wajib Pajak:

  • 91 wajib pajak telah menyetorkan pembayaran dan berkomitmen mengangsur,
  • 5 wajib pajak dinyatakan macet akibat kesulitan likuiditas,

Sisanya masih dalam proses penagihan intensif. Termasuk pemeriksaan aset, restrukturisasi dan penagihan lapangan kepada para pengemplang pajak.

Bimo menegaskan seluruh tunggakan tersebut sudah inkrah. Sehingga tidak ada alasan pengemplang pajak menghindari pembayaran.

Operasi penagihan ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah DJP. Pemerintah menargetkan pemulihan tunggakan pajak sebagai bagian dari strategi memperkuat APBN di tengah kebutuhan belanja negara yang meningkat.

Bagikan
Artikel Terkait
Rupiah menjadi mata uang paling lemah karena adanya tekanan ganda yang datang dari kenaikan harga minyak serta kondisi domestik
Ekonomi

Rupiah Lemas Hari ini, Obligasi Ikut Gerah

Finnews.id – EKONOMI  Rupiah kembali jatuh ke level terendah di sepanjang sejarah...

Menko Pangan jelaskan bahwa stabilitas harga pangan adalah prioritas utama. Dengan ini, pemerintah menyerap selisih harga pasar internasional
EkonomiNews

Kabar Gembira buat Emak-Emak! Pemerintah Pasang Badan Subsidi Harga Pangan Impor yang Kian Melejit!

Finnews.id – NEWS  Di tengah perekonomian global yang berdampak pada penurunan harga...

PMI-BI Triwulan I 2026 melesat ke 52,03%! Industri kertas, alas kaki, dan makanan jadi motor utama. Simak proyeksi ekonomi manufaktur RI selanjutnya.
Ekonomi

Lampu Hijau Ekonomi! Sektor Manufaktur RI Ngamuk di Awal 2026, Siap-Siap Kebanjiran Pesanan?

finnews.id – Kabar gembira buat kamu yang sedang memantau ekonomi nasional! Sektor...

Bank Indonesia catat kinerja dunia usaha Triwulan I 2026 tetap tangguh! SBT tembus 10,11%, sektor pertanian & tambang siap melesat di triwulan depan.
Ekonomi

Jangan Sampai Ketinggalan! Dunia Usaha RI 2026 Masih On Track, Sektor-Sektor Ini Bakal Cuan Gede?

finnews.id – Ekonomi Indonesia kembali menunjukkan tajinya di awal tahun ini! Bank...