Home Otomotif Tesla Tarik Ribuan Powerwall 2 karena Risiko Kebakaran
Otomotif

Tesla Tarik Ribuan Powerwall 2 karena Risiko Kebakaran

Bagikan
Tesla Tarik Powerwall 2
Powerwall 2, Image: Tesla
Bagikan

finnews.id – Tesla tarik Powerwall 2 kembali menjadi perhatian besar karena kasus ini memperlihatkan bagaimana sistem penyimpanan energi rumah tetap membutuhkan pengawasan teknis yang ketat. Pada era percepatan adopsi energi terbarukan, isu keamanan baterai rumah menegaskan bahwa teknologi modern tetap memerlukan evaluasi berkala. Selain itu, Tesla tarik Powerwall 2 mencerminkan dinamika industri energi pintar yang terus bergerak menuju standar keselamatan lebih tinggi. Melalui peristiwa ini, konsumen akhirnya lebih memahami pentingnya manajemen panas pada perangkat baterai litium-ion. Tidak hanya itu, Tesla tarik Powerwall 2 juga membuka diskusi luas mengenai masa depan penyimpanan energi domestik.

Gambaran Umum tentang Powerwall 2

Powerwall 2 merupakan baterai rumah berkapasitas sekitar 13,5 kWh yang membantu pengguna menyimpan energi dari panel surya maupun sumber listrik reguler saat tarif lebih rendah. Sistem ini berfungsi menjaga suplai saat pemadaman, mengalihkan konsumsi listrik ke waktu yang lebih efisien, serta menjaga stabilitas arus. Selain manfaat tersebut, Powerwall 2 mempermudah rumah tangga mengoptimalkan tenaga surya tanpa bergantung penuh pada jaringan umum. Oleh karena itu, produk ini berkembang sangat cepat, terutama di wilayah Amerika Serikat yang sering menghadapi ketidakstabilan jaringan listrik.

Namun, semakin banyak unit terpasang, semakin besar pula kebutuhan pemantauan keamanan. Ketika muncul laporan panas berlebih, banyak pihak langsung meninjau ulang kualitas unit tertentu. Karena itu, langkah penarikan menjadi upaya yang dianggap tepat agar seluruh perangkat memperoleh pemeriksaan menyeluruh. Dalam beberapa kasus, suhu sel baterai meningkat secara ekstrem hingga menghasilkan asap dan kerusakan kecil pada permukaan dinding. Meskipun belum ada cedera, risiko tetap hadir karena perangkat berada dalam area rumah.

Penyebab Overheat dan Mekanisme Sistem Baterai

Baterai litium-ion bergantung pada sistem manajemen internal yang bertugas menjaga suhu dan mengatur arus masuk maupun keluar. Ketika salah satu komponen internal tidak bekerja optimal, peningkatan suhu mampu terjadi lebih cepat daripada yang diperkirakan. Pada konteks ini, beberapa unit Powerwall 2 mengalami kondisi termal yang tidak stabil meskipun berada pada beban penggunaan normal. Selain itu, variasi kualitas sel baterai tertentu ikut memicu potensi lonjakan panas.

Karena situasi tersebut, perusahaan memberikan pembaruan remote untuk menurunkan kapasitas pengisian sementara. Pendekatan ini membantu menekan produksi panas hingga proses penggantian benar-benar berlangsung pada setiap rumah terdampak. Strategi ini sekaligus menjaga keselamatan pengguna tanpa menghentikan operasi perangkat sepenuhnya.

Bagikan
Artikel Terkait
Otomotif

Intip Motor Miliaran Rupiah Mejeng di IIMS 2026, Harganya Setara Rumah di Jakarta

finnews.id – Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 bukan hanya menjadi etalase...

Otomotif

IIMS 2026 jadi Ajang Peresmian PPF Luxor Diamond, apa itu?

finnews.id – V-KOOL Resmikan PPF Luxor Diamond di IIMS 2026: Perlindungan “Luxury...

Otomotif

Chery C5 Hybrid Mengaspal di IIMS 2026, Dibanderol Rp399,9 Juta

finnews.id – Salah satu model kendaraan hybrid baru yang mengaspal di Indonesia...

Otomotif

IIMS 2026 Soon to Arrive, Largest Automotive Exhibition, 4 Wheeled and 2 Wheeled

finnews.id – Indonesia International Motor Show (IIMS) is a leading automotive exhibition...