Home Internasional Pemanasan Laut Bikin Badai Melissa Makin Ganas: Ilmuwan Ungkap Penyebab Utamanya
Internasional

Pemanasan Laut Bikin Badai Melissa Makin Ganas: Ilmuwan Ungkap Penyebab Utamanya

Bagikan
Keganasan Badai Melissa
Keganasan Badai Melissa, Image Copernicus.eu
Bagikan

finnews.id – Keganasan Badai Melissa mengguncang kawasan Karibia dan mengundang perhatian ilmuwan dunia. Dalam waktu kurang dari 24 jam, badai yang awalnya berkecepatan 70 mil per jam berubah menjadi monster atmosfer dengan kekuatan angin mencapai 140 mil per jam. Fenomena ini bukan kejadian biasa, melainkan bukti nyata bahwa suhu laut yang semakin hangat mempercepat pertumbuhan badai hingga mencapai kategori paling mematikan.

Pemanasan Laut Jadi Pemicu Utama

Ilmuwan dari berbagai lembaga cuaca internasional sepakat bahwa pemanasan laut menjadi penyebab utama meningkatnya keganasan Badai Melissa. Jonathan Porter, kepala meteorologi di AccuWeather, menegaskan bahwa badai ini merupakan yang paling kuat menghantam Jamaika sepanjang sejarah pencatatan modern. Ia menjelaskan, suhu permukaan laut Karibia saat ini berada pada titik anomali yang tinggi, menyediakan energi panas berlimpah bagi pembentukan badai ekstrem.

Ketika suhu laut meningkat, energi panas yang tersimpan di permukaan air berubah menjadi bahan bakar bagi sistem badai. Udara lembap naik ke atmosfer, menciptakan pusaran besar yang semakin kuat setiap jamnya. Leanne Archer, peneliti di University of Bristol, menjelaskan bahwa Badai Melissa mendapatkan kekuatannya dari kombinasi laut hangat dan pergerakan lambat. Kondisi tersebut memungkinkan badai menyerap energi lebih lama sebelum akhirnya menyapu daratan.

Dampak Langsung di Jamaika dan Haiti

Keganasan Badai Melissa terasa paling berat di Jamaika dan Haiti. Wilayah selatan Jamaika, terutama St Elizabeth, menjadi pintu masuk badai dan langsung menghadapi angin dengan kecepatan lebih dari 180 kilometer per jam. Pemerintah setempat mengevakuasi ribuan warga ke tempat yang lebih aman. Rumah, sekolah, dan rumah sakit mengalami kerusakan berat. Perdana Menteri Andrew Holness menyebut situasi ini sebagai bencana nasional terbesar dalam dua dekade terakhir.

Haiti juga mengalami kerugian besar akibat hujan ekstrem yang menyertai badai. Tanah longsor menutup akses jalan utama dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal. Para petani melaporkan ladang mereka hancur total karena banjir lumpur. Para ahli memperingatkan bahwa jika suhu laut terus naik, kejadian serupa akan semakin sering terjadi, terutama di negara kepulauan dengan infrastruktur terbatas.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Cuma Modal Review Barang! Pekerja Konstruksi Ini Raup USD10 Ribu per Bulan dari Amazon Influencer

finnews.id – Pernah terpikir tidak kalau modal ulasan produk saja bisa bikin...

Internasional

Harga Minyak Dunia Meroket! Trump Lanjutkan Blokade Selat Hormuz Tanpa Batas Waktu

finnews.id – Harga minyak mentah kembali menunjukkan taringnya pada perdagangan Rabu ini....

Internasional

IPO SpaceX: Ambisi Terbesar Elon Musk Bangun Kerajaan Bisnis di Bulan dan Mars

finnews.id – Siapa sangka, ide raksasa yang kini bernilai triliunan dolar berawal...

Trump siapkan blokade Iran, pasar waspadai lonjakan harga minyak, inflasi global, serta tekanan baru terhadap ekonomi dan pasar keuangan.
Internasional

Trump Siapkan Blokade Iran, Ekonomi Global Terancam? Harga Energi dan Inflasi Berpotensi Melonjak

finnews.id – Ketegangan geopolitik kembali mengguncang pasar global. Rencana Presiden Amerika Serikat...