finnews.id – Syarat KUR BRI 2025 wajib kamu pahami sebelum mengajukan pinjaman modal usaha. Apa saja dokumen dan ketentuan terbarunya? Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI terus jadi primadona pelaku UMKM karena bunga rendah dan plafon pinjaman makin besar. Seperti dilansir situs resmi BRI hari ini, 7 Juli 2025, pemerintah tetap melanjutkan dukungan penyaluran KUR demi mendorong perekonomian nasional.
Plafon KUR BRI 2025 Naik, Bunga Tetap Rendah
Dalam informasi syarat KUR BRI 2025, tercatat plafon pinjaman kini bisa mencapai Rp500 juta, tergantung jenis KUR yang diajukan. Bunga tetap ringan, rata-rata hanya 3% per tahun. Menurut laporan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, target penyaluran KUR nasional pada 2025 tembus Rp585 triliun.
Kabar baiknya, BRI masih jadi bank dengan alokasi KUR terbesar. Artinya, peluangmu lebih besar jika mengajukan pinjaman di bank pelat merah ini.
Syarat KUR BRI 2025 yang Harus Dipenuhi
Supaya pengajuanmu lancar, catat syarat KUR BRI 2025 berikut ini, seperti dikutip dari laman BRI dan beberapa sumber resmi:
-
Warga Negara Indonesia (WNI)
-
Memiliki usaha produktif dan layak, minimal berjalan 6 bulan
-
Tidak sedang menerima kredit investasi atau modal kerja dari perbankan, kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, atau kartu kredit
-
Melengkapi dokumen administrasi, yaitu KTP, KK, surat keterangan usaha (SKU) atau NIB
-
Khusus pinjaman di atas Rp50 juta, biasanya perlu menyertakan agunan tambahan
Pihak BRI juga sering melakukan survei ke lokasi usaha untuk memastikan kelayakan bisnis calon debitur. Jadi, pastikan usahamu benar-benar berjalan aktif.
Cara Mengajukan KUR BRI 2025
Mengurus syarat KUR BRI 2025 kini makin praktis. Kamu bisa ajukan lewat kantor cabang BRI terdekat atau secara online melalui website resmi BRI. Prosesnya relatif cepat, bahkan banyak nasabah mengaku dana cair dalam hitungan beberapa hari jika persyaratan lengkap.
Menurut laporan CNBC Indonesia, digitalisasi KUR BRI turut memangkas waktu proses pengajuan. Sistem kredit scoring otomatis membantu menilai risiko calon debitur, sehingga penyaluran kredit lebih tepat sasaran.