Home Lifestyle Jangan Coba Dilanggar! Inilah Larangan Malam 1 Suro Menurut Adat Jawa yang Bikin Merinding
Lifestyle

Jangan Coba Dilanggar! Inilah Larangan Malam 1 Suro Menurut Adat Jawa yang Bikin Merinding

Bagikan
Jangan Coba Dilanggar! Inilah Larangan Malam 1 Suro Menurut Adat Jawa yang Bikin Merinding
Kirab malam 1 Suro Kraton Kasunanan Surakarta (ANTARA)
Bagikan

finnews.id – Apa saja larangan malam 1 Suro menurut adat Jawa yang masih diyakini hingga sekarang? Banyak yang menganggap malam ini sebagai waktu sakral, penuh energi gaib dan mistik. Maka dari itu, masyarakat Jawa memegang teguh berbagai pantangan yang tidak boleh dilanggar, demi menjaga keselamatan dan keharmonisan hidup.

Larangan malam 1 Suro menurut adat Jawa berakar dari keyakinan bahwa malam tersebut bukan sekadar pergantian tahun Jawa, melainkan waktu di mana tabir antara dunia nyata dan dunia gaib menjadi tipis. Karena itu, segala aktivitas manusia harus tunduk pada aturan adat, agar tidak mengundang bala atau kesialan.

Larangan yang Masih Dipegang Erat

Seperti dikutip dari berbagai sumber budaya Jawa, berikut beberapa larangan utama yang kerap dipatuhi masyarakat saat malam 1 Suro:

1. Dilarang Menggelar Hajatan atau Pesta
Menurut kepercayaan Jawa, mengadakan pesta pada malam 1 Suro dianggap pamali. Waktu ini justru digunakan untuk menyepi dan melakukan tirakat, bukan untuk bersuka cita. Menurut laporan dari laman budaya lokal, pernikahan, khitanan, hingga syukuran sebaiknya ditunda demi menghindari energi buruk.

2. Dilarang Keluar Rumah Tengah Malam
Larangan ini dipercaya untuk menghindari gangguan makhluk halus. Malam 1 Suro diyakini menjadi waktu bebas bagi makhluk gaib berkeliaran. Karena itu, banyak orang tua di Jawa melarang anak-anak keluar rumah pada malam tersebut.

3. Dilarang Mandi Malam di Sungai atau Laut
Tradisi Kejawen percaya bahwa air di malam Suro mengandung energi mistik. Beberapa masyarakat bahkan meyakini bahwa mandi di laut atau sungai saat malam Suro dapat mengundang petaka atau kesurupan.

4. Tidak Boleh Marah atau Bertengkar
Malam 1 Suro menjadi ajang pembersihan batin. Bertengkar atau memunculkan emosi negatif dianggap bisa menarik energi buruk. Karena itu, suasana rumah harus tenang dan damai sepanjang malam itu.

Larangan dalam Konteks Spiritual

Larangan malam 1 Suro menurut adat Jawa bukan sekadar mitos. Bagi penganut Kejawen, malam ini adalah momen untuk eling lan waspada—sadar dan waspada atas segala laku dan niat dalam diri. Dalam budaya ini, larangan bukan untuk menakut-nakuti, melainkan bentuk pelindungan terhadap keharmonisan spiritual manusia dengan alam semesta.

Seperti dilansir dari Ensiklopedia Budaya Jawa, masyarakat di berbagai daerah, seperti Yogyakarta, Solo, dan sebagian wilayah Jawa Timur, masih menjalankan malam 1 Suro dengan penuh khidmat. Biasanya, keluarga akan menyalakan lilin, berdoa bersama, hingga melakukan tapa bisu sebagai bentuk kontemplasi dan pembersihan batin.

Larangan malam 1 Suro menurut adat Jawa mencerminkan nilai-nilai spiritual dan kehati-hatian yang diwariskan turun-temurun. Di balik semua pantangan tersebut, tersimpan pesan tentang pentingnya menahan diri, introspeksi, dan menghormati waktu-waktu sakral dalam kehidupan. Entah kamu mempercayainya secara utuh atau hanya menghormatinya sebagai warisan budaya, malam 1 Suro tetap menjadi bagian penting dari identitas spiritual masyarakat Jawa. (*)

Bagikan
Artikel Terkait
Lifestyle

Fenomena Cewek Chindo PIK: Antara Gaya Hidup, Identitas, dan Stereotip Media Sosial

finnews.id – Istilah “Cewek Chindo PIK” belakangan kerap muncul di media sosial,...

Lifestyle

Tahun Kuda Api di Imlek 2026: Simbol Energi, Keberanian, dan Perubahan

finnews.id – Imlek 2026 menandai datangnya Tahun Kuda Api dalam penanggalan Tionghoa....

Lifestyle

Imlek 2026, Shio yang Dirayakan jadi Simbol Energi dan Keberanian

finnews.id – Imlek atau Tahun Baru Imlek adalah perayaan Tahun Baru dalam...

Lifestyle

Imlek 2026: Kapan, Filosofi dan Tradisi Perayaannya

finnews.id – Tahun Baru Imlek jatuh pada hari Selasa, 17 Februari 2026...