finnews.id – Pemerintah Jepang melalui panel pakar vulkanologi dan kesiapsiagaan bencana baru saja merilis laporan penting terkait potensi letusan besar Gunung Fuji.
Dalam laporan yang diumumkan pada Jumat, 21 Maret 2025, para ahli menguraikan langkah-langkah yang harus diambil untuk mengurangi dampak letusan terhadap masyarakat, terutama di wilayah Tokyo dan sekitarnya.

Dampak Potensial Letusan Gunung Fuji
Gunung Fuji terakhir kali meletus pada tahun 1707, lebih dari 300 tahun yang lalu. Jika letusan dengan skala serupa terjadi lagi, panel memperkirakan bahwa sebagian besar wilayah Tokyo, Prefektur Kanagawa, dan daerah sekitarnya bisa tertutup abu vulkanik setebal 10 sentimeter atau lebih.
Bahkan, dalam skenario terburuk, wilayah Tokyo yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Gunung Fuji dapat menerima timbunan abu hingga 30 sentimeter.
Timbunan abu vulkanik dalam jumlah besar ini dapat menyebabkan berbagai permasalahan, termasuk:
- Gangguan pada sistem transportasi dan infrastruktur
- Kerusakan pada bangunan, terutama rumah-rumah kayu yang rentan terhadap beban abu basah saat hujan turun
- Pemadaman listrik berkepanjangan akibat abu yang mengganggu jaringan listrik
- Penurunan kualitas air dan kesulitan distribusi pasokan kebutuhan pokok
Rekomendasi bagi Penduduk
Mengingat kepadatan populasi yang tinggi, para pakar menyatakan bahwa tidak realistis bagi seluruh penduduk Tokyo dan prefektur sekitarnya untuk segera meninggalkan wilayah tersebut. Oleh karena itu, mereka memberikan rekomendasi berikut:
- Tetap di dalam ruangan
- Penduduk di daerah dengan timbunan abu kurang dari 30 sentimeter dianjurkan untuk berlindung di rumah atau tempat lain yang aman.
- Evakuasi hanya diperlukan jika rumah mengalami kerusakan parah atau jika ada ancaman terhadap keselamatan jiwa.
- Menyetok kebutuhan pokok
- Warga diminta menyiapkan persediaan makanan, air minum, dan kebutuhan dasar lainnya yang cukup untuk dua minggu.
- Gangguan pada jaringan listrik dan komunikasi diperkirakan akan terjadi, sehingga baterai cadangan dan alat penerangan juga perlu disiapkan.
- Evakuasi bagi kelompok rentan
- Orang-orang yang membutuhkan perawatan medis seperti dialisis disarankan untuk mengungsi lebih awal, terutama jika ketebalan abu mencapai 3 sentimeter.
- Tempat evakuasi seperti gym sekolah mungkin mengalami kerusakan akibat beban abu, sehingga opsi lain harus dipertimbangkan.
- Persiapan oleh pemerintah daerah dan bisnis
- Infrastruktur penting seperti jalan raya dan jaringan listrik harus mendapat perhatian khusus untuk pemeliharaan dan perbaikan.
- Sistem penyebarluasan informasi, termasuk prakiraan abu vulkanik, harus ditingkatkan untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi terkini.
Kepala panel pakar, Profesor Emeritus Universitas Tokyo Fujii Toshitsugu, menekankan bahwa Jepang belum mengalami letusan yang menyebarkan abu dalam skala luas dalam 100 tahun terakhir.
Oleh karena itu, kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana ini.
Panel juga mengingatkan bahwa meskipun laporan ini tidak memprediksi kapan Gunung Fuji akan meletus, langkah-langkah mitigasi perlu segera diterapkan agar dampaknya dapat diminimalkan.
Dengan populasi lebih dari 44 juta orang di wilayah Tokyo Raya, kesiapsiagaan menghadapi letusan Gunung Fuji bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat.
Perencanaan yang matang dan kesadaran akan risiko dapat membantu mengurangi dampak buruk yang mungkin terjadi jika gunung tertinggi di Jepang ini kembali meletus.