Bagus mengatakan, selain mengikuti kompetisi, peserta juga memperoleh berbagai fasilitas untuk mengembangkan ide menjadi peluang bisnis yang berkelanjutan. Antara lain, mentoring dan coaching bersama praktisi berpengalaman, pendampingan penyusunan model bisnis melalui business model canvas, hingga networking dan business matching dengan pelaku industri yang relevan.
Dengan berbagai dukungan tersebut, BTN berharap ide-ide yang lahir dari kalangan mahasiswa dan akademisi tidak berhenti sebagai gagasan atau prototipe. Tetapi dapat dikembangkan menjadi produk maupun solusi yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jangan takut apabila ide kalian masih kecil, belum punya bisnis, atau prototipenya belum sempurna. Sesuatu yang besar selalu dimulai dari sebuah ide,” pesan Bagus.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Brawijaya, Setiawan Noerdajasakti, menyambut positif penyelenggaraan BTN Housingpreneur Batch 3 di kampusnya. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus mengembangkan pola pikir kewirausahaan.
Setiawan menilai, keterlibatan BTN dalam mendorong kewirausahaan mahasiswa melalui sektor perumahan menjadi kesempatan menarik. Terlebih, industri properti dan perumahan memiliki prospek pengembangan yang luas dan berkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat di masa depan.
“Jarang sekali ada badan usaha yang menyelenggarakan kegiatan di bidang wirausaha, tetapi arah kegiatannya mengajak mahasiswa untuk berpikir jauh ke depan hingga menjangkau dunia properti dan masa depan, serta menemukan peluang menciptakan hunian yang layak dan terus tumbuh,” jelas Setiawan.
Setiawan berharap, mahasiswa Universitas Brawijaya dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali potensi dan mengembangkan ide-ide kreatif. Kehadiran BTN di lingkungan kampus menjadi peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan perspektif baru mengenai dunia usaha. Sekaligus membuka jalan menuju dunia industri.