Saat saya makan malam dengan para dokter itu, mereka bertiga (suami, istri, anak) sedang di rumah sakit. Masih harus menjalani pemeriksaan yang teliti.

Tiga bulan lalu sebenarnya juga ada suami istri yang punya maksud serupa. Orang Kupang, NTT. Sang suami opname di rumah sakit Surabaya. Istrinya menghubungi saya. Begitu mereka memutuskan akan transplant saya hubungi dokter di Beijing. Siap. Istri pasien pun mulai mengurus visa. Lalu memesan tiket, termasuk tiket untuk saya yang akan mengantarkannya.

Sehari sebelum berangkat sang suami meninggal dunia. Saya menghubungi istrinya untuk bertanya di mana jenazah disemayamkan –bermaksud akan mesong. Ternyata jenazah diterbangkan ke Kupang.

—

Di Tiongkok robot sudah merambah ke mana-mana termasuk ke sektor kesehatan. Saat rombongan Disway Business Adventures Vol. 5 berkunjung ke pabrik mobil Xiaomi mereka geleng-geleng kepala: hampir tidak terlihat manusia di pabrik yang begitu besar. Pun ketika rombongan ke pabrik mie instan terkemuka di Beijing: serba-robot.

Robot diciptakan manusia untuk membantu manusia yang ciptaan siapa? (Dahlan Iskan)