Oleh: Dahlan Iskan

“Saya harus jemput teman dari Indonesia. Ia orang penting,” ujar wanita Singapura itu saat meninggalkan ruang rapat untuk pergi ke bandara Changi.

“Untuk apa ia datang ke Singapura? Mau buktikan betapa asap dari Indonesia menyiksa orang Singapura?” ledek temannya.

Tentu itu ledekan setengah gurau. Setidaknya begitulah kesan tentang Indonesia di mata orang Singapura saat ini. Marah. Kesal. Tidak berdaya.

Saya mengutip dialog itu berdasarkan cerita wanita tersebut saat meninggalkan bandara. Tentu saya tegur dia: mengapa menyebut saya orang penting. Saya bukanlah siapa-siapa. Memang saya ingin melihat langsung betapa asap telah mengganggu kehidupan di Singapura, tapi bukan untuk mencarikan jalan keluar. Ingin melihat asap itu benar tapi bukan yang terpenting.

Ada tiga agenda di Singapura –termasuk kangen-kangenan dengan belahan hati Robert Lai dan istrinya, Dorothy. Selebihnya untuk rapat dengan orang Singapura dan orang Tiongkok yang di Singapura.

—

“Saya harus jemput teman dari Indonesia. Ia orang penting,” ujar wanita Singapura itu saat meninggalkan ruang rapat untuk pergi ke bandara Changi.

“Untuk apa ia datang ke Singapura? Mau buktikan betapa asap dari Indonesia menyiksa orang Singapura?” ledek temannya.

Tentu itu ledekan setengah gurau. Setidaknya begitulah kesan tentang Indonesia di mata orang Singapura saat ini. Marah. Kesal. Tidak berdaya.

Saya mengutip dialog itu berdasarkan cerita wanita tersebut saat meninggalkan bandara. Tentu saya tegur dia: mengapa menyebut saya orang penting. Saya bukanlah siapa-siapa. Memang saya ingin melihat langsung betapa asap telah mengganggu kehidupan di Singapura, tapi bukan untuk mencarikan jalan keluar. Ingin melihat asap itu benar tapi bukan yang terpenting.

Ada tiga agenda di Singapura –termasuk kangen-kangenan dengan belahan hati Robert Lai dan istrinya, Dorothy. Selebihnya untuk rapat dengan orang Singapura dan orang Tiongkok yang di Singapura.

—

Memang, kalau masih di tingkat awal dulu masih mungkin bisa dikendalikan. Tapi kini sudah sangat meluas. Kekeringan juga kian parah. Kian kering. Kian panas. Tinggal menunggu kapan hujan datang ke Kalimantan.