Tentu kacamata seperti itu bukan baru. Sudah banyak negara yang memproduksinya. Negara pertama adalah Amerika. Lalu Jepang. Tapi tidak segera memasyarakat: mahal. Kurang praktis. Itu tahun 2012–2013.

Anda pun sudah bisa menebak Tiongkoklah yang kemudian mengambil alih semuanya. Menyederhanakannya. Membuatnya lebih praktis. Dan yang utama: murah. Seperti yang saya coba itu adalah produk Tiongkok.

Saya tidak bertanya mereknya. Juga tidak sempat mengamati –karena harus bergantian mencoba. Hampir pasti kacamata itu disebut smart glasses teleprompter. Merek yang paling terkenal adalah Rokid, bikinan Hangzhou. Ada juga merek Even G2.

Tiongkok memang bukan yang pertama. Tapi yang bentuknya sangat mirip kacamata adalah buatan Tiongkok. Sampai saya pun tidak menduga kalau yang dipakai Konsul Ye Su adalah smart glasses teleprompter. Kita semua baru tahu setelah Ye Su memberi tahu kami dengan cara melepas kacamata diplomasinya –untuk kita coba bergantian.

Selamat tinggal teleprompter tradisional. Para penyiar TV pun bisa ganti ke smart glasses teleprompter. Bagi investor itu berarti penghematan investasi bikin stasiun televisi. Siapa tahu kelak Tiongkok juga memproduksi kacamata untuk melihat berapa isi dompet para perusuh Disway. Atau isi tas yang dibagi-bagi dalam sebuah Muktamar. Atau yang bisa memproduksi suara gemuruh tepuk tangan untuk menambah semangat yang sedang berpidato. (Dahlan Iskan)