finnews.id — Pasar ponsel pintar kelas menengah ke atas kembali kedatangan perangkat bertenaga ekstra besar. Pabrikan asal Tiongkok, Oppo, secara resmi memperkenalkan lini seri terbaru mereka, yakni Oppo F35 dan Oppo F35 Pro. Keduanya langsung mencuri perhatian industri teknologi berkat bekalan baterai masif berkapasitas 8.000 mAh serta dukungan pengisian daya super cepat.

Mengutip laporan GSM Arena, duo ponsel anyar ini membawa spesifikasi kelas atas yang dirancang untuk memanjakan para pengguna yang membutuhkan ketahanan daya optimal tanpa kompromi pada sektor performa dan fotografi.

 

Spesifikasi Unggulan Oppo F35 Pro

 

Sebagai varian tertinggi, Oppo F35 Pro tampil memukau berkat penggunaan panel layar OLED seluas 6,78 inci dengan resolusi tajam (1.272 x 2.772 piksel) serta dukungan refresh rate hingga 144Hz. Layar tersebut mampu memancarkan tingkat kecerahan puncak mencapai 1.800 nit dalam mode HBM, dilindungi oleh kaca tahan gores AGC DT-Star D+, serta tertanam sensor pemindai sidik jari di bawah permukaan layar (in-display fingerprint).

Sektor dapur pacu F35 Pro dipercayakan kepada chipset MediaTek Dimensity 7360 MAX berfabrikasi 4nm. Prosesor tersebut dipadukan dengan pilihan kapasitas RAM 6GB atau 8GB serta ruang penyimpanan internal 128GB dan 256GB.

Untuk urusan catu daya, ponsel ini menggendong baterai raksasa berkapasitas 8.000 mAh—meningkat 1.000 mAh dibanding pendahulunya, seri F33. Pengisian dayanya tergolong sangat kilat berkat dukungan 80W SuperVOOC, 55W USB PPS, dan 44W UFCS.

Di sektor fotografi, Oppo F35 Pro dibekali tiga kamera belakang yang mencakup:

Kamera utama 50MP berbukaan f/1.8 yang dilengkapi penstabil gambar optik (OIS)

Kamera ultrawide 8MP dengan bidang pandang 116 derajat (f/2.2)

Kamera tambahan beresolusi tinggi untuk melengkapi detail

Sementara itu, kebutuhan swafoto diakomodasi oleh kamera depan beresolusi 50MP berensa ultrawide 100 derajat yang sudah mendukung fitur autofocus. Baik kamera depan maupun belakang sanggup merekam video hingga kualitas 4K di 30fps serta mendukung mode perekaman dual-view.