Kerja sama ID FOOD dan BTN sebenarnya telah dimulai sejak 2024. Awalnya, BTN menyediakan fasilitas pembiayaan untuk mendukung Program Bantuan Pangan Stunting yang dijalankan Perseroan atas penugasan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Kolaborasi tersebut kemudian berkembang pada 2025. Pembiayaan BTN turut digunakan untuk pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) serta berbagai aktivitas bisnis pangan. Mulai beras, gula, garam, benih padi, hingga susu.

Sejak kerja sama dimulai pada 2024, total fasilitas pembiayaan BTN yang telah terutilisasi dalam berbagai aktivitas ID FOOD Group mencapai sekitar Rp5 triliun. Ghimoyo menyebut capaian tersebut menjadi fondasi untuk memperluas kolaborasi. Tidak hanya untuk Perseroan dan anak perusahaan, tetapi juga supplier, vendor, distributor, buyer, kontraktor, mitra usaha, hingga karyawan dalam ekosistem ID FOOD Group.

“Pelaksanaan kerja sama yang berjalan baik sejak 2024 menjadi fondasi untuk memperluas kolaborasi ke area yang lebih luas. Kami ingin memastikan dukungan pembiayaan dan layanan perbankan dapat semakin menjangkau kebutuhan bisnis di seluruh ekosistem ID FOOD Group,” ujarnya.

Tak hanya pembiayaan, layanan perbankan juga mulai masuk ke aktivitas internal perusahaan. Sekitar 1.600 rekening karyawan RNI, PPI, BGR Logistik, dan Rajawali Nusindo telah menggunakan layanan payroll BTN. Transformasi digital turut diterapkan melalui revitalisasi Kantin ID FOOD dan penggunaan pembayaran QRIS dalam ekosistem balé by BTN.