Apakah rencana membuat BUMN tekstil itu murni inisiatif Danantara? Atau karena diminta oleh pemerintah? Tidak ada informasi yang yang bisa menjelaskan. Dugaan saya itu atas perintah. Dasar pemikirannya baik: untuk membuka lapangan kerja yang besar.
Anda sudah tahu: industri tekstil menyerap sangat banyak tenaga kerja. Maka kalau BUMN membuka industri tekstil akan banyak tenaga kerja bisa terserap.
Kalau dasar pemikirannya itu maka lebih baik pemerintah membantu swasta untuk bangkit kembali. Tidak harus memulai dari nol. Swasta yang sudah siap ekspansi diberi dukungan yang memadai. Termasuk diamankan dari berbagai pungutan serta serangan tidak fair tekstil impor.
Kita sangat menyesal PT Sritex bisa bangkrut –dan pemerintah seperti membiarkannya bangkrut.
Kini Danantara diberitakan akan membuat industri tekstil. Harus memulai lagi dari nol. Mungkin ada perasaan pemerintah bisa membuat apa saja. Itu tidak salah. Namanya saja ”merasa bisa”.
Namun industri tekstil memerlukan prinsip ”Efisien atau Mati”. BUMN bisa pilih mati.
Recovery industri tekstil di Indonesia sekarang ini mungkin sebagai dampak perang dagang Amerika-Tiongkok. Ekspor tekstil dari luar Tiongkok bisa mengambil alih sebagiannya. Vietnam yang paling banyak mendapatkan berkahnya. Lalu sekarang Indonesia.
Kalau berpikirnya skala negara, tentu tidak peduli siapa pun yang mengembangkannya. Boleh BUMN, boleh swasta. Yang penting industri tekstil dalam negeri bergairah kembali. Tidak harus semuanya ditangani sendiri –apalagi kalau itu hanya menghamburkan uang negara. (Dahlan Iskan)