finnews.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) secara resmi merilis daftar platform digital dan aplikasi yang masuk dalam kategori profil berisiko tinggi bagi anak. Sejumlah nama populer masuk dalam daftar tersebut, mulai dari platform berbagi video YouTube hingga gim daring Valorant.

Daftar ini dirilis sebagai bagian dari pelaksanaan laporan asesmen mandiri (self-assessment) yang wajib dilakukan oleh para penyelenggara platform digital. Kebijakan tersebut berlandaskan pada Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Perlindungan Anak atau yang dikenal sebagai PP Tunas.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan bahwa hingga 6 September 2026, pemerintah telah menetapkan dan memverifikasi sebanyak 60 Produk, Layanan, dan Fitur (PLF).

“Hingga 6 September 2026, telah ditetapkan dan diverifikasi 60 PLF berikut profil risikonya yang terdiri dari 22 PLF dengan profil risiko tinggi dan 38 PLF dengan profil risiko rendah,” ujar Meutya.

 

Aturan Ketat untuk Platform Risiko Tinggi

 

 

Platform digital yang masuk dalam kategori profil risiko tinggi merupakan layanan yang dilarang keras memberikan akses kepada akun anak di bawah usia 16 tahun karena dinilai belum aman bagi tumbuh kembang mereka.

Meutya menjelaskan bahwa penetapan profil risiko ini merupakan hasil dari asesmen mandiri yang dilakukan oleh masing-masing penyedia platform, sehingga penilaian tersebut turut mempertimbangkan masukan dari pihak pengembang aplikasi dan bukan sepenuhnya vonis sepihak dari pemerintah.

Bagi platform yang belum melaksanakan asesmen mandiri, pemerintah masih memberikan kelonggaran waktu hingga akhir tahun 2026. Namun, jika batas waktu tersebut terlewati tanpa adanya penilaian mandiri, pemerintah berhak menentukan sendiri profil risiko dari platform yang bersangkutan.

 

Daftar Lengkap Platform Risiko Tinggi dan Rendah

 

Berdasarkan data resmi yang dikutip dari laman Kementerian Komunikasi dan Digital, berikut adalah rincian pembagian platform berdasarkan tingkat risikonya bagi anak: