finnews.id – Memulai usaha bukan hanya soal modal, produk, dan strategi pemasaran. Bagi sebagian masyarakat Jawa, menentukan hari baik membuka usaha juga menjadi bagian penting sebelum bisnis resmi berjalan.
Tradisi tersebut merujuk pada primbon Jawa, kumpulan pengetahuan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu pembahasannya berkaitan dengan pemilihan waktu yang dianggap tepat untuk memulai aktivitas penting, termasuk membuka usaha.
Cara Menghitung Hari Baik Membuka Usaha
Primbon Jawa menggunakan perhitungan neptu untuk menentukan makna sebuah hari. Perhitungannya menggabungkan nilai hari kelahiran dan pasaran seseorang dengan hari yang akan digunakan untuk membuka usaha.
Langkah pertama, tentukan terlebih dahulu hari dan pasaran kelahiran. Setelah itu, cari nilai neptu dari hari dan pasaran tersebut.
Berikut nilai neptu masing-masing hari:
- Minggu: 5
- Senin: 4
- Selasa: 3
- Rabu: 7
- Kamis: 8
- Jumat: 6
- Sabtu: 9
Sementara itu, nilai neptu untuk pasaran terdiri dari:
- Kliwon: 8
- Legi: 5
- Pahing: 9
- Pon: 7
- Wage: 4
Setelah mendapatkan nilai tersebut, jumlahkan neptu hari dan pasaran kelahiran. Berikutnya, tentukan hari yang ingin digunakan untuk membuka usaha.
Jumlahkan neptu hari pembukaan usaha dengan neptu kelahiran. Hasilnya kemudian dibagi dengan angka 5. Sisa pembagian menjadi dasar untuk melihat makna hari tersebut menurut perhitungan primbon.
Arti Sisa Pembagian Neptu
Hasil akhir perhitungan kemudian dibagi dengan angka 5. Sisa pembagian tersebut memiliki makna masing-masing dalam perhitungan Primbon Jawa.
Berikut pembagiannya:
- Sisa 1: Sandang — dianggap baik
- Sisa 2: Pangan — dianggap cukup
- Sisa 3: Beja — dipercaya membawa keberuntungan, tetapi tetap memiliki tantangan
- Sisa 4: Loro — dianggap kurang baik
- Sisa 5: Pati — sangat tidak dianjurkan
4 Hari yang Dianggap Baik untuk Membuka Usaha
Selain menghitung neptu secara personal, primbon Jawa juga mengenal sejumlah hari atau kombinasi hari dan pasaran yang dipercaya cocok untuk memulai usaha.