Konon sikap Presiden Habibie seperti itu yang membuat rupiah menguat luar biasa di masa jabatannya yang hanya satu tahun: dari sekitar Rp16.000 per dolar ke Rp8000/dolar.
Di Indonesia, seandainya pun presiden tidak ikut campur, aroma politik Bank Indonesia sangat dalam. Itu karena gubernur Bank Indonesia dipilih oleh DPR –atas calon yang diajukan pemerintah. BI pun tidak bisa berkutik ketika harus memberi jatah rupiah kepada mereka yang memilihnya.
Yang seperti itu yang membuat BI sulit independen –termasuk bisa saja pilihan mundur adalah lebih baik dari pada dikaitkan dengan aib besar itu. (Dahlan Iskan)