Perbedaan kadar kalori yang begitu tinggi tidak bisa disembunyikan. Seluruh karyawan di bagian penerimaan tahu. Seluruh karyawan bagian pembangkitan tahu. Sistem komputer PLN mencatat: mengapa jumlah (tonase) pemakaian batu bara sama tapi hasil listriknya turun drastis.
Bagian keuangan PLN pasti tidak akan mau bayar batu bara kalori 3.000 dengan harga kalori 4.000. Tapi mengapa terjadi. Berarti ada kekuatan besar di baliknya. Tapi seberapa besar pun kekuatan itu tidak akan bisa menghapus angka-angka di komputer DCS –meski mungkin bisa mengubah angka di hasil pemeriksaan lab PLN maupun labnya surveyor Sucofindo.
Ronald Loblobly merangkum semua itu dalam bentuk laporan ke Satuan Pemberantasan Korupsi Mabes Polri. Ditembuskan juga kepada presiden.
Sebenarnya pemilik PT Oktasan bukan orang kuat yang pernah kita dengar namanya. Mayoritas sahamnya (52 persen) dimiliki Tria Bellitonito Aturbumi. Bellitonito menjabat sebagai direktur utama. Bellitonito lahir di Belitong –sebelah Bangka. Nama belakangnya, Aturbumi, terlihat seperti lahir dirancang untuk bisa mengatur tambang di perut bumi.
Pemilik lainnya Anda juga belum kenal: Budi Tunggul Manurung (29 persen). Manurung sebagai komisaris utama. Lalu ada nama Hadi Hidayat (14 persen), dan Muchlis Saleh (5 persen).
Tahun 2023 saja konsursium PT Oktasan kirim batubara 2,1 juta ton ke PLN –kalau itu masih bisa disebut batu bara.
Hebat sekali. Bukan orang kuat tapi kuat sekali. (Dahlan Iskan)