Karena habitat aslinya berada di lantai hutan yang rimbun, pastikan media tanamnya tetap lembap dengan penyiraman rutin dan hindarkan dari sengatan matahari langsung.
5. Monstera (Janda Bolong)
Eksistensi Monstera, atau yang populer dengan nama janda bolong, tampaknya belum tergeser sebagai simbol dekorasi interior modern. Formasi lubang-lubang alami pada daunnya secara instan mampu menghadirkan nuansa tropis yang segar ke dalam rumah.
Menariknya, ukuran daun tanaman ini dapat tumbuh semakin masif jika dipindahkan ke wadah pot yang lebih besar. Perawatannya pun tergolong santai, Anda hanya perlu menyiramnya saat lapisan atas tanah mulai mengering.
6. Philodendron
Kerap dikelirukan dengan sirih gading atau monstera karena kemiripan bentuk daunnya yang berlekuk besar, Philodendron sebenarnya memiliki identitasnya sendiri.
Keunggulan tanaman ini terletak pada laju pertumbuhannya yang relatif cepat dan rimbun, sehingga sangat cantik saat dijadikan tanaman merambat indoor. Karakteristiknya juga tidak merepotkan, sebab Anda hanya perlu menjadwalkan penyiraman seminggu sekali.
7. Peperomia
Ukurannya yang cenderung mini membuat Peperomia menjadi kandidat terbaik untuk menghias meja kerja, side table, atau jajaran rak buku. Pilihan varietasnya di pasaran pun sangat beragam. Ada jenis yang berdaun tebal dengan warna gelap kokoh layaknya versi miniatur pohon karet, hingga varian berdaun tipis yang sekilas menyerupai bentuk daun semanggi yang menggemaskan.
8. Aglaonema (Sri Rezeki)
Di kancah pecinta tanaman tanah air, nama Aglaonema atau sri rezeki jelas sudah melegenda. Tanaman ini tetap menjadi primadona lantaran daya tahannya yang luar biasa terhadap iklim tropis serta perawatannya yang minim drama.
Pilihan kultivarnya pun sangat kaya, mulai dari yang berdaun hijau klasik hingga kombinasi corak merah muda yang mencolok. Nilai tambahnya, harga tanaman ini di pasaran sangat adaptif dengan berbagai isi kantong.
9. Anthurium Crystallinum (Kuping Gajah)
Satu lagi tanaman hias daun legendaris yang seolah tidak pernah absen dari pelataran rumah-rumah di Indonesia adalah kuping gajah. Tren tanaman boleh saja silih berganti, namun pesonanya tetap bertahan melintasi waktu.