Pro-kontra luar biasa. Yang pro menganggap itulah jalan rasional untuk menstabilkan ekonomi yang sangat kacau. Yang kontra hanya mengandalkan alasan nasionalisme dan jati diri.
Jamil Mahuad didemo habis-habisan. Mahuad jatuh. Ia harus ditangkap. Ia dianggap melakukan kejahatan penyalahgunaan wewenang. Yang dianggap paling besar adalah: membekukan seluruh tabungan dan deposito masyarakat. Maksud baiknya: agar tidak terjadi rush –semua orang mengambil tabungan di bank. Tidak ada bank yang bisa bertahan kalau sudah di-rush. Apalagi sudah seperti di Indonesia: sudah puluhan bank di Ekuador yang tutup.
Ada krisis tambahan saat itu: Ekuador lagi dilanda El Nino. Panen gagal. Panen apa pun. Pohon-pohon pisang kering. Padahal ekspor pisang adalah andalan Ekuador. Negara itu persis Indonesia: berada di garis katulistiwa. Cuacanya, iklimnya, panasnya, hujannya, sama. Pun warna kulit penduduknya.
Sepak bolanya yang lebih maju.
Presiden Mahuad jatuh karena menggantikan mata uang lokal menjadi dolar. Tapi presiden penggantinya, yang lebih nasionalis, ternyata tetap mempertahankan putusan Mahuad. Pun presiden-presiden setelahnya. Sampai sekarang. Sudah 25 tahun mata uang Ekuador sama dengan mata uang Amerika Serikat.
Maka para pemain sepa kbola Ekuador tidak perlu bingung dengan kurs. Tidak perlu kaget-kaget seperti saya: kok Amerika serbamahal begini ya –karena gaji dan otak saya masih rupiah.
Kini pendapatan perkapita Ekuador USD7.000 –Indonesia USD5.000. Sama-sama meningkat dibanding 25 tahun lalu. Hanya angka inflasi Ekuador tidak sampai satu persen. Harga-harga lebih stabil. Inflasi kita tiga persen.
Di mana presiden ”dola”’ Mahuad sekarang? “Apakah masih di dalam penjara?” tanya saya kepada orang Ekuador yang duduk di sebelah saya di stadion New York New Jersey.
Hari itu, di sekitar saya memang dipenuhi pendukung Ekuador.
—
Di sela-sela mereka ada pendukung Jerman, sedikit.
Hanya empat orang yang mendukung Persebaya.
—
“Siapa? Mahuad? Saya tidak tahu,” jawab penonton itu.
Lalu saya perhatikan wajahnya. Oh, terlalu muda untuk tahu peristiwa 25 tahun lalu.