Tidak hanya menang di kapasitas, ketahanan jangka panjangnya juga menjadi sorotan. Vivo mengklaim baterai ini dirancang untuk tetap prima hingga enam tahun penggunaan berkat optimasi sistem yang mampu menahan hingga 1.800 siklus pengisian daya.
Ini menjadi solusi efisien bagi konsumen yang ingin memangkas pengeluaran untuk servis atau ganti perangkat baru dalam waktu dekat.
Sementara untuk kebutuhan dokumentasi, ponsel ini mengandalkan kamera utama belakang 50 megapiksel untuk hasil foto yang tajam, serta kamera depan 8 megapiksel untuk keperluan swafoto maupun panggilan video.
Fitur Lengkap dan Ketahanan Ekstrem dengan Harga Kompetitif
Daya tarik lain yang membuat Vivo Y6a terasa premium adalah hadirnya sertifikasi ketahanan air dan debu IP69 dan IP68.
Standar ini memastikan ponsel memiliki proteksi tinggi terhadap situasi ekstrem, mulai dari paparan debu, cipratan air, hingga guyuran hujan lebat.
Fitur pendukung yang disematkan pun terhitung lengkap untuk menunjang produktivitas harian, antara lain:
- Stereo speakers untuk kualitas audio yang lebih hidup.
- Konektivitas NFC untuk kemudahan transaksi digital.
- IR blaster yang berfungsi sebagai remote perangkat elektronik.
- Sensor pemindai sidik jari yang ditempatkan di sisi bodi (side-mounted).
- Dukungan Wi-Fi, Bluetooth 4.2, USB Type-C, serta audio aptX Adaptive.
Di pasar domestik China, Vivo Y6a tersedia dalam satu varian memori (8GB/256GB) dengan harga 1.999 Yuan, atau sekitar Rp 4,5 jutaan jika dikonversikan.
Ponsel yang menawarkan tiga pilihan warna (Obsidian Black, Galaxy Silver, dan Phoenix Gold) ini sebenarnya merupakan versi rebranded dari Vivo Y500i yang telah meluncur sebelumnya, namun kini dikemas dengan penyegaran visual yang lebih modern.