finnews.id – Megabintang Timnas Argentina, Lionel Messi, kembali menjadi pusat perhatian dunia menjelang laga kedua Grup J Piala Dunia 2026. Penyerang gaek berjuluk La Pulga tersebut mengusung misi besar untuk menumbangkan rekor bersejarah saat Tim Tanggo bersua Austria.
Menurut jadwal resmi, bentrokan sengit antara Argentina vs Austria akan berlangsung di Stadion Dallas, Amerika Serikat, pada Selasa (23/6) pukul 00.00 WIB. Skuad asuhan Lionel Scaloni modal kepercayaan diri yang sangat tinggi setelah mereka memetik hasil positif pada laga perdana. Pada pertandingan pembuka tersebut, juara bertahan Argentina sukses menghajar Aljazair dengan skor telak 3-0 tanpa balas.
Dalam laga pembuka tersebut, Lionel Messi tampil memukau dan keluar sebagai pahlawan kemenangan. Pemain bernomor punggung 10 itu memborong seluruh gol kemenangan Albiceleste lewat torehan hattrick berkelas pada menit ke-17, 60, dan 76.
Sumbangan tiga gol serta peran krusialnya di sepanjang pertandingan membuat tim panelis menobatkan Lionel Messi sebagai pemain terbaik (man of the match). Berkat torehan gemilang ke gawang Aljazair itu pula, Messi kini langsung memuncaki daftar top skor sementara Piala Dunia 2026, melampaui para striker muda seperti Kylian Mbappe dan Erling Haaland.
Tiga gol ke gawang Aljazair tidak sekadar membawa Argentina mengemas tiga poin penting. Hattrick tersebut secara otomatis membawa Lionel Messi menyamai catatan legendaris milik mantan penyerang Timnas Jerman, Miroslav Klose.
Saat ini, Messi dan Klose berdiri sejajar di puncak daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi masing-masing 16 gol. Namun, jika menilik catatan statistik, Klose mengemas 16 gol tersebut hanya dalam 24 pertandingan. Sementara itu, Messi membutuhkan 27 penampilan untuk menyentuh angka yang sama.
Kendati demikian, sang kapten Argentina memiliki peluang emas untuk menunggangi posisi Klose sendirian di puncak takhta. Messi hanya membutuhkan satu gol tambahan ke gawang Austria dalam laga nanti malam untuk menasbihkan diri sebagai pencetak gol tersubur sepanjang sejarah turnamen empat tahunan ini.