Kecuali, manajemen klub berhasil mendapatkan dana segar tambahan dengan melepas beberapa pemain bintang mereka, seperti Gabriel Martinelli dan Gabriel Jesus.
Jika skenario penjualan itu terwujud, mendatangkan dua penyerang mahal sekaligus bukan lagi menjadi impian di siang bolong.
Menakar Kecocokan Taktis Rogers di Emirates
Meski Rogers memiliki kemampuan bermain di posisi sayap kiri, pemain berusia 23 tahun ini dikenal jauh lebih mematikan saat beroperasi di area sentral sebagai pemain nomor 10. Di sinilah letak teka-tekinya.
Posisi gelandang serang tengah Arsenal saat ini dikunci rapat oleh sang kapten, Martin Odegaard, yang perannya sangat vital dalam skema tekanan tinggi terapkan Arteta.
Hampir mustahil melihat Arteta mencadangkan pemain asal Norwegia tersebut demi memberi ruang bagi Rogers.
Selain itu, Rogers adalah tipe pemain yang sangat berbahaya dalam situasi transisi cepat dan serangan balik.
Karakteristik ini dinilai kurang cocok dengan atmosfer di Stadion Emirates.
Arsenal lebih sering menghadapi lawan yang menerapkan strategi bertahan total atau low block, yang membuat ruang tembak di lini depan menjadi sangat sempit.
Rogers jelas tetap bisa memberikan kontribusi positif bagi Arsenal. Namun, pertanyaan besarnya adalah seberapa besar dampak yang mampu ia berikan jika dipaksa bermain dalam sistem yang tidak mengakomodasi kekuatan utamanya.