- Kylian Mbappe (Prancis)
- Erling Haaland (Norwegia)
- Harry Kane (Inggris)
- Kai Havertz (Jerman)
- Folarin Balogun (Amerika Serikat)
- Johan Manzambi (Swiss)
- Yasin Ayari (Swedia)
- Elijah Just (Selandia Baru)
- Cyle Larin (Kanada)
Dengan masih banyak pertandingan fase grup yang tersisa, peluang perubahan posisi di papan top skor masih sangat besar.
Cara Penentuan Pemenang Sepatu Emas
Penghargaan Sepatu Emas akan diberikan kepada pemain yang mencetak gol terbanyak sepanjang Piala Dunia 2026.
Apabila terdapat dua atau lebih pemain yang memiliki jumlah gol sama, FIFA akan menggunakan jumlah assist sebagai penentu. Jika jumlah assist juga identik, maka pemain yang mencatatkan menit bermain lebih sedikit akan menempati posisi lebih tinggi.
Aturan tersebut membuat setiap gol, assist, dan menit bermain menjadi sangat penting dalam persaingan menuju penghargaan individu paling prestisius bagi para penyerang di Piala Dunia.
Peluang Messi dan David
Saat ini Messi dan David memang berada di posisi terbaik. Namun perjalanan menuju Sepatu Emas masih panjang karena fase gugur belum dimulai dan para pesaing utama seperti Mbappe, Haaland, serta Kane dikenal memiliki produktivitas tinggi di level internasional.
Jika Argentina dan Kanada mampu melaju jauh dalam turnamen, peluang kedua pemain untuk mempertahankan posisi mereka tentu akan semakin besar. Sebaliknya, satu pertandingan luar biasa dari para pesaing bisa langsung mengubah peta persaingan.
Penutup
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 sejauh ini menghadirkan duel menarik antara Lionel Messi dan Jonathan David. Keduanya sama-sama mengoleksi tiga gol dan memimpin daftar pencetak gol sementara setelah mencetak hat-trick bagi negaranya masing-masing.
Meski demikian, persaingan masih jauh dari selesai. Kehadiran nama-nama besar seperti Kylian Mbappe, Erling Haaland, dan Harry Kane memastikan perebutan gelar top skor akan terus menjadi salah satu sorotan utama sepanjang Piala Dunia 2026.
Referensi:
- FIFA.com — Messi and David lead Golden Boot race