Meski Portugal lebih unggul di atas kertas, skuad besutan Sebastien Desabre berjanji tidak akan melepas laga ini dengan mudah. Kongo membawa semangat juang tinggi untuk memberikan kejutan bagi sang favorit juara. Mereka siap menampilkan permainan disiplin dan memanfaatkan setiap celah yang ditinggalkan oleh barisan pertahanan Portugal.
Strategi RD Kongo
Pelatih Sebastien Desabre cenderung menggunakan formasi 4-2-3-1 untuk menyeimbangkan lini pertahanan dan serangan balik cepat. Lionel Mpasi akan berdiri di bawah mistar gawang, didukung oleh lini belakang yang diperkuat Aaron Wan-Bissaka, Axel Tuanzebe, Chancel Mbemba, dan Arthur Masuaku.
Lini tengah menjadi tanggung jawab Samuel Moutoussamy dan Edo Kayembe sebagai jangkar, yang bertugas memutus aliran bola lawan. Untuk skema serangan, Gael Kakuta akan berperan sebagai pengatur ritme, diapit oleh Theo Bongonda dan Meschack Elia di sisi sayap. Yoane Wissa akan berperan sebagai ujung tombak tunggal yang bertugas mengeksploitasi pertahanan Portugal.
Analisis Pertandingan
Portugal jelas memegang kendali atas penguasaan bola dan intensitas serangan. Namun, efektivitas serangan balik RD Kongo melalui sisi sayap yang dihuni pemain cepat seperti Bongonda dan Elia berpotensi merepotkan bek Portugal. Jika para pemain Portugal mampu menjaga fokus selama 90 menit dan menekan sejak awal, kemenangan atas tim Afrika tersebut bukan hal yang sulit. Sebaliknya, jika Kongo berhasil meredam lini tengah Portugal, kejutan besar mungkin saja terjadi di Houston Stadium malam nanti.
Pertandingan ini akan menjadi ujian pertama bagi ambisi juara Portugal sekaligus ajang pembuktian mental bagi RD Kongo di panggung dunia. Penggemar sepak bola di seluruh dunia tentu tidak ingin melewatkan laga pembuka Grup K ini.