Ia tentara. Kopassus. Bintang tiga. Kurang apa. Setelah setahun menjabat ketahuanlah cerita ulangan di instansi basah itu.
Betapa besar harapan Prabowo kepada temannya itu. Seberapa besar keinginannya untuk membuat Bea Cukai sumber pendapatan yang penting di saat negara kesulitan uang. Sampai-sampai Prabowo mengingatkan kejadian di zaman Pak Harto yang Bea Cukai Indonesia sampai diserahkan ke perusahaan swasta dari Prancis.
Maka agar tidak perlu terulang seperti itu ia pilih temannya sendiri untuk menjabat dirjen Bea Cukai.
Kini berarti sudah tiga teman kepercayaan Prabowo yang mengecewakannya –juga mengecewakan Anda. Padahal waktu tidak berhenti berlari. Sebentar lagi Presiden Prabowo pun sudah akan kehilangan waktu dua tahun. Tinggal dua tahun lagi pemerintahannya efektif. Di tahun kelima sudah banyak urusan pemilu dan pilpres tahun 2029.
Ibarat petinju yang kian terpojok, ekonomi Indonesia diselamatkan oleh lonceng perdamaian. Memang kondisinya belum separah Pakistan. Tapi kalau perang terus berlangsung jumlah komplikasinya terus bertambah.
Pakistan memang sudah di pojok ring. “Dengan perdamaian itu sudah pasti kita selamat,” ujar Menkeu Pakistan Muhammad Aurangzeb, yang mewakili perdana menteri di parlemen di sana Senin lalu.
“Sekarang kita ibarat pasien yang sudah keluar dari ICU,” katanya. “Sebelum perdamaian itu Pakistan tinggal menunggu kematian. Bisa besok, bisa lusa,” tambahnya.
Dengan perdamaian Amerika-Iran itu Pakistan langsung optimistis ekonominya bisa tumbuh tujuh persen. “Kini kemampuan Pakistan dikenal di seluruh dunia,” ujar Menkeu.
Tapi pertumbuhan tujuh persen itu bukan hanya karena tidak ada lagi perang. Usaha lainnya adalah: menurunkan pajak. “Pajak tinggi membuat pengusaha menggelapkan pajak. Pemerintah akan membuat pengusaha bangga saat membayar pajak,” katanya.
Pakistan tetap optimistis Jumat lusa perdamaian itu ditandatangani di Geneva, Swiss. Dari Iran yang akan tanda tangan adalah ketua parlemennya Mohammad Bagher Qalibaf. Ia orang kuat Iran. Pernah jadi panglima angkatan udara, panglima polisi, dan wali kota Teheran. Qalibaf-lah yang selama ini menjadi ketua tim negosiasi.