Fenomena ini sayangnya tidak hanya menimpa Xiaomi. Tingginya biaya produksi di rantai pasokan hulu memaksa hampir seluruh merek Android besar untuk menyesuaikan label harga produk mereka.
“Harga pasokan komponen memori saat ini melompat sangat parah dan kemungkinan masih akan terus merangkak naik dalam dua tahun ke depan,” ujar, Lei Jun, pendiri Xiaomi, dikutip dari berbagai sumber.
Melihat situasi pelik tersebut, Lei Jun memberikan sebuah saran yang sangat humanis dan realistis bagi siapa saja yang berniat mengganti ponselnya dalam waktu dekat: jika sudah memiliki anggaran, belilah sekarang sebelum harga melambung lebih jauh.
Menjadi Pionir Performa dengan Chipset Generasi Terbaru
Namun, harga yang lebih tinggi tersebut tampaknya akan sebanding dengan lompatan teknologi yang ditawarkan.
Sebagai otak pemrosesan utamanya, seri Xiaomi 18 Pro dipastikan akan menjadi salah satu ponsel gelombang pertama di dunia yang mencicipi ganasnya performa chipset teranyar Qualcomm, Snapdragon 8 Elite Gen 6.
Kombinasi performa monster dan efisiensi tinggi ini diharapkan mampu membayar lunas ekspektasi para pengguna setianya.