Skema barunya adalah sebagai berikut:
- Gelombang Pertama (September): Khusus untuk peluncuran model-model premium berharga mahal.
- Gelombang Kedua (Maret/April): Khusus untuk varian ponsel dengan harga yang lebih ramah kantong.
Oleh karena itu, jika skenario ini akurat, lini premium seperti iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan “iPhone Ultra” (yang digadang-gadang sebagai HP lipat pertama Apple) akan tetap meluncur gagah pada September 2026. Sementara itu, varian yang lebih terjangkau seperti iPhone 18 reguler, iPhone 18e, dan iPhone Air 2 baru akan menyusul enam bulan kemudian, alias di awal tahun 2027.
Demi Efisiensi Pabrik dan Jaga Momentum Penjualan
Di samping itu, pendekatan bertahap ini dinilai sangat masuk akal dari sisi bisnis. Sebab, jajaran produk iPhone kini kian gemuk, bertambah dari semula lima perangkat menjadi enam perangkat sekaligus. Dengan membagi dua jadwal rilis, Apple dapat mengelola kapasitas manufaktur di pabrik mereka secara jauh lebih efisien tanpa perlu ketakutan kekurangan stok.
Selain untuk urusan produksi, strategi ini juga sangat cerdas untuk menjaga momentum penjualan raksasa Cupertino tersebut agar tetap stabil sepanjang tahun, bukan hanya ramai di akhir tahun saja.
Kendati demikian, keputusan ini dipastikan akan memecahkan sejarah baru bagi perusahaan. Jika diterapkan, ini akan menjadi pemisahan jadwal rilis iPhone flagship yang disengaja untuk pertama kalinya sejak Apple menetapkan pola peluncuran rutin setiap musim gugur, yang dimulai sejak era iPhone 4S pada tahun 2011 silam.
Sebagai informasi tambahan, bagi Anda yang mengharapkan perubahan visual yang radikal, tampaknya harus sedikit menahan ekspektasi. Model iPhone 18 standar dirumorkan tidak akan membawa perubahan desain yang mencolok. Apple dilaporkan masih akan setia mempertahankan ukuran layar 6,3 inci yang sama untuk varian iPhone 18 reguler, serta ukuran 6,1 inci yang lebih ringkas untuk varian iPhone 18e.