Begitu terpilih Trump langsung batalkan perjanjian itu. Sampailah terjadi perang di Iran dan sekitarnya. Yang korbannya begitu banyak –melanda dunia, sampai pun ke pribadi Anda. Kalau ujung-ujungnya disepakati hal yang sama, lalu apalah arti keguncangan berat untuk seluruh umat manusia itu.
Berita damai ini membuat harga emas langsung naik lagi: tiga persen sepanjang hari Senin kemarin. Pun harga-harga saham. Kenaikan tertinggi dinikmati perusahaan Elon Musk: SpaceX. Naik lebih 20 persen. Ini semakin meneguhkan gelar Elon Musk sebagai orang pertama di jagad raya yang kekayaannya melewati satu triliun dolar.
Horeee! Harga Pertamax akan turun: mestinya.
Bupati Siak Dr Afni Zulkifli yang sedang berjuang mendapatkan dana bagi hasil yang jadi hak kabupaten itu dapat hiburan baru. Semoga segera cair.
Siak memproduksi minyak mentah termahal di dunia. Jenis Minas. Disebut juga jenis sweet. Mengalahkan harga jenis Brent. Produksi minyak Minas terbesar di Asia Tenggara. Harganya mahal karena kandungan sulfurnya terendah: sekitar 0,084%. Jauh lebih rendah dibanding Brent (0,37–0,40%).
Tapi jenis Brent-lah yang terbanyak di pasar dunia, utamanya di sekitar tahun 1970-1980. Saat itu baru ditemukan sumber minyak besar di Laut Utara (antara Inggris dan Norwegia). Shell, penemunya, biasa memberi nama sumur minyaknya dengan nama burung. Di sana ada satu jenis burung disebut Brent Goose. Maka lapangan minyak itu pun dinamakan Brent.
Sejak itu harga minyak dunia menggunakan patokan Brent. Jadi kalau Anda baca harga minyak berapa dolar, itu maksudnya harga jenis Brent. Jenis lainnya tinggal disesuaikan berdasar tinggi rendahnya kandungan sulfurnya. Kian tinggi sulfur kian sulit mengolahnya jadi BBM.
Jadi siapa yang menang di perdamaian Amerika-Iran ini? Pertama Shahbaz Sharif. Kedua: Anda. (Dahlan Iskan)