Mobilitas tinggi tentu menuntut daya tahan ekstra. Oleh karena itu, baterai berkapasitas 50Wh dibenamkan ke dalam Lenovo Lecoo Air 14, yang diklaim mampu menyala hingga 16,8 jam penggunaan.
Konsumen juga akan mendapatkan pengisi daya ringkas USB-C PD 65W dalam paket penjualan.
Soal konektivitas, sisi kiri laptop menyediakan dua port USB-C multifungsi, sementara sisi kanan dihuni oleh satu port USB-C 5Gbps dan sebuah jack audio 3.5mm.
Pendobrak Pasar Lewat Intel Project Firefly
Namun, apa yang membuat Lenovo Lecoo Air 14 benar-benar istimewa dan berbeda dari para pesaingnya? Jawabannya terletak pada sejarah pembuatannya.
Notebook tipis ini memegang status penting sebagai laptop komersial pertama di dunia yang lahir dari inisiatif Intel Project Firefly.
Apa itu Project Firefly?
Ini adalah program ambisius dari Intel yang bertujuan menekan biaya produksi laptop tipis dan ringan bersistem operasi Windows.
Caranya adalah dengan melakukan standarisasi komponen dan mengadopsi sistem rantai pasok (supply-chain) efisien yang biasanya diterapkan pada industri ponsel pintar.
Intel mengungkapkan bahwa ke depannya akan ada lebih dari 70 desain laptop yang lahir dari proyek ini.
Kehadiran varian komersial dari jajaran produk komparatif ini menjadi bukti nyata bahwa laptop berspesifikasi modern, berbobot super ringan, dan memiliki baterai awet kini bisa dinikmati tanpa harus merobek kantong terlalu dalam.
Hingga saat ini, pihak pabrikan baru mengonfirmasi ketersediaan perangkat tersebut untuk pasar domestik Tiongkok.
Belum ada informasi resmi apakah laptop tipis revolusioner ini akan diboyong ke pasar global, termasuk Indonesia.