Finnews.id – TEKNO Huawei mengklaim akan mampu memproduksi secara mandiri chip semikonduktor secanggih kompetitor pada tahun 2031.
Perusahaan teknologi asal China itu dalam simposium di Shanghai menyatakan akan mampu memproduksi chip dengan kepadatan transistor yang dapat menyamai proses 1,4 nanometer (nm) yang diperkirakan bakal digunakan oleh pesaing seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Corp (TSMC) dan Samsung.
Menurut siaran Engadget pada Senin (25/5), jika berhasil maka inovasi itu bakal menjadi tonggak penting bagi Huawei yang sejak tahun 2019 menjadi sasaran sanksi perdagangan Amerika Serikat.
Pembatasan tersebut telah menghambat Huawei, membuatnya tertinggal dari pesaing dalam inovasi chip karena tidak memungkinkan akses ke peralatan khusus yang digunakan perusahaan lain untuk mencapai tingkat 1,4 nm.
Di sisi lain, TSMC mengungkapkan bahwa proses 1,4nm miliknya yang akan mulai berproduksi pada tahun 2028.
Meskipun akan tertinggal sekitar lima tahun dari perusahaan terkemuka, Huawei yakin dapat menawarkan solusi yang lebih hemat biaya.
The Wall Street Journal mewartakan, Kepala Departemen Chip Huawei He Tingbo mengatakan bahwa perusahaannya bisa menghadirkan solusi yang “layak dan terjangkau.”
Saat ini, produsen semikonduktor terbesar di China, Semiconductor Manufacturing International Corp, menawarkan chip dengan prosesor 7nm, yang dapat dilihat pada ponsel pintar Huawei Mate 60.