Finnews.id – Lifestyle Penentuan Idulfitri wajib menunggu hasil sidang isbat 1 Syawal di malam 29 Ramadhan.

Idul Adha jatuh pada 10 Zulhijah, sehingga bisa lebih cepat diperkirakan dari penetapan 1 Zulhijah.

Penentuan Bulan Hijriah

Awal bulan Hijriah ditentukan tiap tanggal 29 dengan cara:

1. Hisab

yaitu suatu metode yang menggunakan data dan rumus pergerakan matahari serta bulan untuk menghitung kapan hilal kemungkinan muncul.

2. Rukyat

yaitu Metode pengamatan langit untuk memastikan apakah hilal benar-benar terlihat atau belum.

Hasil kedua metode tersebut akan dibahas dalam sidang isbat Kementerian Agama.

Dalam proses pengamatan hilal, BMKG turut mendukung melalui data Astronomi dan kondisi cuaca.

 

Indonesia memiliki dan memakai Kriteria MABIMS untuk mengukur hilal.

Hal tersebut dikarenakan Hilal dianggap memenuhi imkanur rukyat (visibilitas hilal) jika:

– Ketinggian hilal minimal 3 derajat

– Elongasi ( jarak sudut bulan dan matahari) minimal 6,4 derajat.

Kenapa Idul Fitri selalu Mepet Diumumkan? 

Idulfitri jatuh tepat pada 1 Syawal.

Yang artinya pemerintah harus memastikan dulu kapan masuknya tanggal 1 Syawal untuk menentukan hari raya.

Masalah utamanya adalah penentuan itu dilakukan di tanggal 29 Ramadhan setelah matahari terbenam, jadi hasil akhirnya memang baru bisa diumumkan pada malam hari.

Sedangkan Idul Adha jatuh pada 10 Zulhijah bukan 1 Zulhijah.

Setelah 1 Zulhijah diketahui maka 10 Zulhijah bisa dihitung.

Itulah kenapa Idul Adha bisa diprediksi lebih awal daripada Idul Fitri.

Peran BMKG dalam pengamatan Hilal

1. Posisi Bulan dan Matahari

2. Tinggi Hilal

3. Umur Bulan

4. Fraksi Iluminasi = bagian bulan yang terkena matahari

5. Elongasi = jarak sudut Bulan dan Matahari

6. Cuaca dan Ketebalan Awan

7. Visibilitas Hilal

8. Kecerlangan Langit