finnews.id – Joan Mir mengakui podium yang sempat ia raih di MotoGP Catalunya 2026 belum cukup menjadi tanda bahwa Honda sudah kembali kompetitif. Meski tampil impresif sepanjang balapan, rider asal Spanyol itu merasa dirinya harus memaksakan motor hingga batas maksimal hanya untuk bisa bersaing dengan para pembalap Ducati.
Balapan utama MotoGP Catalunya berlangsung dramatis setelah dua kali dihentikan akibat insiden besar. Dalam restart 12 lap terakhir, Mir tampil agresif dan sempat bertarung di grup depan bersama Fabio Di Giannantonio, Pedro Acosta, dan Fermin Aldeguer.
Pembalap Honda itu sebenarnya finis di posisi kedua. Namun hasil tersebut akhirnya dianulir setelah ia terkena penalti tekanan ban sebesar 16 detik. Meski podium hilang dari catatan resmi, performa Mir tetap dianggap sebagai salah satu kejutan terbesar Honda musim ini.
Joan Mir Akui Berkendara di Batas Maksimal
Usai balapan, Mir secara terbuka mengaku performa tersebut sulit diulang secara konsisten dalam seri-seri berikutnya. Menurut juara dunia MotoGP 2020 itu, dirinya harus mengambil terlalu banyak risiko demi tetap berada dalam perebutan podium.
Ia mengatakan bahwa gaya balapan seperti itu tidak memungkinkan dilakukan setiap akhir pekan jika Honda ingin bertarung rutin di barisan depan.
“Kalian bisa lihat sendiri di balapan tadi, saya harus berkendara sangat di batas kemampuan,” ujar Mir.
Ia menilai Honda saat ini mungkin cukup kompetitif untuk finis enam besar, namun belum cukup stabil untuk terus menantang Ducati dalam perebutan kemenangan maupun podium.
Mir juga mengakui karakter motornya masih belum benar-benar nyaman digunakan saat harus memacu kecepatan tinggi secara konsisten dalam kondisi tekanan besar.
Peluang Menang yang Hilang di Catalunya
Joan Mir merasa sebenarnya ia memiliki peluang untuk menantang Fabio Di Giannantonio dalam perebutan kemenangan. Namun momentum tersebut hilang karena dirinya terlalu lama tertahan di belakang Pedro Acosta.
Mir memilih bermain aman dan tidak ingin mengambil risiko besar saat mencoba menyalip Acosta. Ia sadar satu kesalahan kecil bisa membuatnya terjatuh dan kehilangan seluruh peluang podium.
Menurutnya, keputusan untuk tetap tenang memang membuat peluang menang menghilang, tetapi ia tidak menyesalinya.
“Untuk bisa berlari, Anda harus belajar berjalan terlebih dahulu,” kata Mir.
Ia juga menyebut gaya balap Di Giannantonio sedikit berbeda dibanding Acosta sehingga lebih sulit diikuti. Ketika akhirnya berhasil melewati Acosta, jarak dengan Di Giannantonio sudah terlanjur melebar.