Melalui layar kecil di kacamata, pengguna dapat melihat instruksi secara langsung tanpa harus membuka ponsel atau komputer. Konsep seperti ini dinilai cukup menarik karena memberikan pengalaman hands-free yang lebih praktis.
Selain aplikasi utilitas, Meta juga membuka peluang besar untuk aplikasi hiburan. Perusahaan menyebut developer nantinya dapat membuat aplikasi streaming media, tampilan data real-time seperti skor pertandingan olahraga, hingga pembaruan status tertentu.
Bahkan, Meta tampaknya mulai melirik pasar mobile gaming untuk perangkat wearable miliknya.
Dalam video demonstrasi yang dibagikan perusahaan, terlihat beberapa contoh mini game yang dapat dimainkan menggunakan Ray-Ban Display. Beberapa di antaranya seperti permainan catur, snake, hingga game pemecah batu bata klasik.
Meskipun tampil sederhana, konsep tersebut menunjukkan bagaimana smart glasses perlahan mulai berubah menjadi perangkat hiburan portable yang lebih futuristis.
Sebenarnya, perangkat ini sudah memiliki game puzzle bawaan. Akan tetapi, hadirnya aplikasi pihak ketiga diyakini dapat memperluas fungsi perangkat yang dibanderol sekitar 800 dolar Amerika Serikat tersebut.
Namun, hingga saat ini Meta masih belum mengumumkan jadwal resmi kapan aplikasi pihak ketiga itu akan tersedia secara luas untuk seluruh pengguna.
Meski begitu, arah pengembangan perangkat ini sudah mulai terlihat jelas. Meta tampaknya ingin menjadikan Ray-Ban Display sebagai pusat aktivitas digital yang bisa digunakan tanpa perlu terus-menerus melihat layar smartphone.
Sejak pertama kali diperkenalkan, Meta memang terus menambahkan berbagai fitur baru ke perangkat kacamata pintarnya tersebut.