Home Sepakbola Jose Mourinho Kembali Latih Real Madrid setelah 13 Tahun Tinggalkan Bernabeu
Sepakbola

Jose Mourinho Kembali Latih Real Madrid setelah 13 Tahun Tinggalkan Bernabeu

Bagikan
Jose Mourinho, Image: @josemourinho / Instagram
Bagikan

Tantangan Besar Menanti Mourinho

Meski punya nama besar, Mourinho datang dengan banyak tanda tanya. Statistik dalam satu dekade terakhir menunjukkan performanya tidak lagi sekuat masa kejayaan dulu.

Mourinho belum memenangkan gelar liga domestik dalam 11 tahun terakhir. Ia juga mengalami akhir yang kurang baik di beberapa klub seperti Manchester United, Tottenham Hotspur, hingga AS Roma.

Salah satu tantangan terbesar Mourinho di Madrid nanti adalah memperbaiki hubungan di ruang ganti. Kombinasi Vinicius Junior dan Kylian Mbappe disebut belum berjalan maksimal dalam dua musim terakhir.

Tiga pelatih sebelumnya disebut gagal membangun chemistry ideal di antara keduanya. Mourinho kini dituntut menemukan solusi agar dua bintang tersebut bisa bermain efektif bersama.

Selain itu, Madrid juga membutuhkan perubahan dalam aspek permainan. Klub dinilai kehilangan agresivitas dan konsistensi di kompetisi Eropa.

Mourinho Ingin Punya Kendali Lebih Besar

Dalam laporan yang sama, Mourinho disebut meminta keterlibatan lebih besar dalam proyek olahraga klub. Ia ingin memiliki suara dalam kebutuhan skuad dan arah pembangunan tim.

Pada periode pertamanya dulu, Mourinho ikut mendorong perekrutan pemain seperti Luka Modric, Mesut Ozil, dan Sami Khedira. Ketiga pemain itu kemudian menjadi bagian penting dalam era sukses Madrid berikutnya.

Kini ia kembali menginginkan struktur kerja yang memberinya ruang lebih besar untuk membangun tim sesuai kebutuhannya sendiri.

Namun tantangan lain juga muncul. Madrid disebut ingin mempertahankan sebagian staf medis dan kebugaran klub. Mourinho harus mampu bekerja dalam struktur hybrid yang mungkin berbeda dari gaya kerjanya selama ini.

Penutup

Kembalinya Jose Mourinho ke Real Madrid menjadi salah satu reuni paling menarik dalam sepak bola modern. Setelah 13 tahun berlalu, Madrid kembali memilih pelatih yang identik dengan kontroversi, tekanan besar, dan mentalitas perang.

Bagi Florentino Perez, Mourinho dianggap sebagai jawaban atas krisis internal dan menurunnya performa klub. Namun sejarah juga menunjukkan bahwa hubungan Mourinho dengan ruang ganti dan lingkungan klub tidak selalu berjalan mulus.

Kini publik menunggu apakah Mourinho benar-benar telah berubah dan mampu membawa Real Madrid kembali berjaya, atau justru mengulang drama yang pernah terjadi pada periode pertamanya di Santiago Bernabeu.

Referensi:

Bagikan
Artikel Terkait
Sepakbola

City Masih Tempel Arsenal setelah Kalahkan Crystal Palace 3-0

Perebutan Gelar Masih Terbuka Kemenangan ini memastikan persaingan gelar Premier League belum...

Sepakbola

Slavia Prague Didenda Rp7,8 Miliar usai Derby kontra Sparta Prague Ricuh

“Slavia Prague fined and ordered to forfeit Sparta Prague game after derby...

Sepakbola

Casemiro Puji Gareth Bale sebagai Pemain Paling Komplet Dibanding Cristiano Ronaldo

Penutup Pernyataan Casemiro memperlihatkan bahwa Gareth Bale memiliki tempat spesial di mata...

Sepakbola

Florentino Perez Ngamuk ke Media usai Real Madrid Dua Musim tanpa Gelar

Kritik Perez terhadap La Liga Tidak hanya media yang menjadi sasaran kritik...