Home Market Fed Tahan Suku Bunga di Ujung Masa Jabatan Powell? Pasar Waspada Sinyal Kebijakan Lebih Ketat
Market

Fed Tahan Suku Bunga di Ujung Masa Jabatan Powell? Pasar Waspada Sinyal Kebijakan Lebih Ketat

Bagikan
The Fed diprediksi tahan suku bunga, tapi sinyal kebijakan lebih ketat muncul di tengah lonjakan inflasi dan konflik global.
The Fed diprediksi tahan suku bunga, tapi sinyal kebijakan lebih ketat muncul di tengah lonjakan inflasi dan konflik global.
Bagikan

Gubernur The Fed Christopher Waller bahkan menyebut situasi ini sebagai kondisi yang “sangat rumit”. Pernyataan ini mencerminkan tekanan yang dihadapi bank sentral dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga.

Pasar Obligasi Beri Sinyal Jangka Panjang

Menariknya, pasar obligasi menunjukkan ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan di level saat ini hingga pertengahan 2027. Proyeksi ini menegaskan bahwa pelaku pasar melihat risiko inflasi masih akan membayangi dalam jangka panjang.

Dengan kata lain, meskipun The Fed belum bergerak sekarang, tekanan untuk mempertahankan kebijakan ketat tetap ada.

Konflik Global Jadi Faktor Penentu

Konflik AS-Iran menjadi variabel penting dalam perhitungan kebijakan moneter. Lonjakan harga energi akibat konflik ini tidak hanya berdampak pada inflasi domestik AS, tetapi juga memicu ketidakpastian ekonomi global.

Selama ketegangan geopolitik belum mereda, tekanan inflasi diperkirakan tetap tinggi. Kondisi ini membuat ruang gerak The Fed semakin terbatas dan meningkatkan kemungkinan kebijakan yang lebih hawkish.

Fokus Pasar: Nada Pernyataan Powell

Pada akhirnya, perhatian utama pasar tidak hanya tertuju pada keputusan suku bunga, tetapi juga pada cara Powell menyampaikan arah kebijakan. Nada komunikasi yang lebih tegas bisa menjadi sinyal bahwa The Fed siap mengambil langkah lebih agresif jika diperlukan.

Dengan berbagai faktor yang saling tarik-menarik, pertemuan kali ini berpotensi menjadi titik penting bagi arah kebijakan moneter global. Pelaku pasar pun bersiap menghadapi kemungkinan perubahan strategi dalam waktu dekat. (*)

 

Bagikan
Artikel Terkait
Market

Hadapi Ketidakpastian Ekonomi, CIMB Niaga Perkuat Ketahanan Lewat Stress Test

finnews.id – Industri perbankan nasional masih dibayangi ketidakpastian ekonomi global dan domestik....

PGAS catat laba kuartal I 2026 naik 46%, target harga saham dinaikkan ke Rp2.100 dan rekomendasi buy menguat di tengah spread gas tinggi.
Market

PGAS Bikin Kejutan! Laba Melonjak 46 Persen, Target Harga Naik ke Rp2.100, Sinyal Buy Menguat

Kondisi ini memperkuat narasi bahwa kinerja PGAS tidak hanya terdorong faktor sementara,...

Market

Rp2.500 Triliun Masih Menganggur! BI Bongkar Peluang Besar Kredit untuk Sektor Usaha

Temuan BI soal Rp2.500 triliun kredit menganggur menjadi alarm sekaligus peluang. Jika...

Ringkasan perdagangan 27 April 2026: IHSG melemah, asing net sell Rp2 triliun, namun sejumlah saham pilihan justru melesat tajam.
Market

Ringkasan Perdagangan 27 April 2026: IHSG Terkoreksi, Asing Lepas Rp2 Triliun Saat Saham Pilihan Masih Berpesta

BBCA memimpin daftar saham yang paling banyak dilepas asing dengan net sell...