Home Market Laba BBCA Tembus Rp14,7 Triliun, Tapi Ada Sinyal Risiko di Balik Kinerja Kuartal I 2026
Market

Laba BBCA Tembus Rp14,7 Triliun, Tapi Ada Sinyal Risiko di Balik Kinerja Kuartal I 2026

Bagikan
Laba BBCA capai Rp14,7 triliun di Q1 2026, namun tekanan NIM, kredit melambat, dan risiko aset mulai muncul.
Ilustrasi - BBCA
Bagikan

Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat di level 74%, turun dari 76% pada periode yang sama tahun lalu.

Dana Murah Menguat, CASA Tembus 85%

Di tengah tekanan margin, struktur pendanaan BBCA justru menunjukkan perbaikan. Dana pihak ketiga tumbuh 8% yoy, didorong oleh peningkatan dana murah atau CASA sebesar 11% yoy.

Sebaliknya, deposito berjangka masih mengalami penurunan 5% yoy. Hal ini mendorong rasio CASA naik ke level 85% dari sebelumnya 83%.

Kondisi ini menjadi salah satu penopang stabilitas biaya dana dan memperkuat fundamental likuiditas bank.

Pertumbuhan Kredit Melambat, Segmen Otomotif Jadi Beban

Dari sisi penyaluran kredit, BBCA mencatat pertumbuhan moderat sebesar 6% yoy. Angka ini berada di bawah target tahunan yang dipatok di kisaran 8–10%.

Pertumbuhan terutama ditopang oleh segmen korporasi yang naik 9% yoy, diikuti segmen komersial sebesar 6% dan UKM sebesar 5%.

Namun, segmen konsumer justru mengalami kontraksi sebesar 2% yoy. Penurunan tajam pada kredit kendaraan bermotor hingga 20% menjadi faktor utama yang menahan pertumbuhan. Kinerja ini hanya sedikit tertolong oleh kredit pemilikan rumah (KPR) yang tumbuh 5% serta pinjaman personal yang naik 7%.

Kualitas Aset Sedikit Memburuk

Indikator kualitas aset juga menunjukkan sedikit tekanan. Rasio kredit bermasalah (NPL) naik tipis menjadi 1,8% dari 1,7% pada kuartal sebelumnya. Sementara itu, loan at risk (LAR) meningkat ke level 5,1% dari 4,8%.

Peningkatan ini terutama berasal dari penurunan kualitas kredit di segmen konsumer dan UKM. Meski demikian, coverage ratio LAR masih terjaga di level 70%, menunjukkan mitigasi risiko yang cukup baik.

Valuasi Menarik, Rekomendasi Tetap Buy

Meski menghadapi tantangan, prospek saham BBCA masih dinilai menarik. Koreksi harga saham sekitar 20% sejak awal tahun membuat valuasi berada di level yang lebih rendah dibandingkan rata-rata historis.

Saat ini, BBCA diperdagangkan pada valuasi 2,7x price to book value (P/B) dan 13,0x price to earnings (P/E) untuk proyeksi 2026. Angka ini jauh di bawah rata-rata 10 tahun masing-masing sebesar 3,8x dan 20,9x.

Bagikan
Artikel Terkait
Market

Harga Sawit Tembus Rp3.010/Kg di Abdya, Petani Khawatir Pupuk Langka

finnews.id – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat pabrik...

ASII bagikan dividen Rp292 per saham. Simak jadwal cum dividen, ex dividen, hingga tanggal pembayaran lengkapnya.
Market

Dividen ASII 2026 Diumumkan! Rp292 per Saham, Catat Jadwal Pentingnya

Namun, perlu diingat bahwa setelah ex dividen, harga saham sering kali mengalami...

IHSG melemah 0,44% di awal sesi, rupiah ke Rp17.315 per dolar AS, tekanan global dan lonjakan minyak bayangi pasar.
Market

IHSG Dibuka Melemah 0,44 Persen, Rupiah Ambruk dan Sentimen Global Tekan Pasar Sepekan

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Brigita Kinari, menegaskan bahwa sektor teknologi...

Market

Industri Otomotif Indonesia Makin Dilirik, Jepang Tertarik Investasi Jangka Panjang

Finnews.id – Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Myochin...