Situasi makin keruh saat pemerintah AS justru menjatuhkan sanksi baru terhadap 14 individu, entitas, hingga pesawat yang diduga terlibat dalam pengiriman senjata untuk Iran. Langkah konfrontatif ini menambah beban geopolitik di pasar keuangan global, sehingga investor cenderung menghindari aset berisiko seperti kripto.

Dari sisi moneter, perhatian investor tertuju sepenuhnya pada sidang uji kelayakan Kevin Warsh sebagai calon kuat Ketua The Fed. Dalam sidang di hadapan Senat, Warsh menegaskan komitmennya untuk menjaga independensi bank sentral dari intervensi politik, terutama dalam menentukan arah suku bunga.

“Saya tidak pernah memberi tahu Presiden ke arah mana saya melihat suku bunga, dan saya tidak akan melakukannya,” tegas Warsh di depan para senator.

Warsh juga mengklarifikasi bahwa Presiden AS Donald Trump tidak pernah memintanya untuk menetapkan keputusan suku bunga tertentu selama diskusi mereka. Kendati demikian, pasar tetap merasa khawatir lantaran Trump beberapa kali secara terbuka mendorong penurunan suku bunga secara agresif. Dinamika ini memicu kekhawatiran mengenai netralitas bank sentral dalam menghadapi inflasi di masa depan.

 

Saham Kripto Ikut Terbakar

 

Tekanan di pasar kripto merembet cepat ke pasar ekuitas. Indeks Nasdaq Composite dan S&P 500 yang sempat menguat di awal sesi akhirnya berbalik melemah. Saham-saham yang memiliki eksposur langsung terhadap industri kripto mengalami koreksi yang jauh lebih dalam.

Saham bursa kripto Coinbase anjlok lebih dari 6 persen, sementara Robinhood menyusut sekitar 4,5 persen. Perusahaan investasi aset digital milik Mike Novogratz, Galaxy Digital, juga merosot 5,5 persen. Bahkan, emiten pendukung stablecoin, Circle, harus rela terjun bebas hingga 8,3 persen pada sesi perdagangan kali ini.

Optimisme Jangka Panjang: Target US$100 Ribu
Meski tertekan dalam jangka pendek, banyak analis tetap melihat masa depan Bitcoin dengan optimisme tinggi. Analis dari 21Shares mengungkapkan bahwa kebijakan moneter yang lebih longgar pada paruh kedua 2026 berpotensi menciptakan likuiditas tinggi di pasar. Secara historis, kondisi likuiditas yang melimpah selalu menguntungkan aset seperti Bitcoin.