Di Inggris, fokus utama adalah data inflasi Maret. Para ekonom memproyeksikan adanya kenaikan angka inflasi akibat lonjakan harga gas dan energi. Hal ini tentu akan memusingkan Bank of England (BoE) dalam menentukan arah kebijakan moneter mereka ke depan. Apakah Inggris akan terjebak dalam inflasi tinggi yang berkepanjangan?

Asia Pasifik: Kebijakan Selektif China hingga Suku Bunga Jepang

Dari kawasan Asia, China diperkirakan akan mengambil langkah konservatif dengan mempertahankan suku bunga pinjaman acuan. Beijing nampaknya lebih memilih pendekatan kebijakan yang selektif daripada melakukan pelonggaran besar-besaran. Sementara itu di Jepang, inflasi diperkirakan merangkak naik secara moderat, meskipun subsidi energi dari pemerintah masih cukup ampuh menahan dampak konflik Timur Tengah.

Bank Indonesia (BI) di Tengah Pusaran Rupiah

Bagaimana dengan nasib Rupiah? Bank Indonesia diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75%. Tantangannya tidak main-main: BI harus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dari hantaman dolar AS sekaligus memastikan inflasi tetap terkendali dari dampak eksternal. Filipina pun diproyeksikan mengambil langkah serupa, memilih mode “wait and see” sambil memantau rilis data inflasi terbaru.

Kesimpulannya, pekan ini adalah medan tempur bagi para trader dan investor. Kombinasi data inflasi, output manufaktur, dan tensi geopolitik di Timur Tengah akan menentukan arah pasar hingga akhir bulan. Pastikan Anda tetap memperbarui informasi secara real-time agar tidak terjebak dalam arus ketidakpastian global ini! (*)