Tak berhenti di situ, Pak Lo juga menambah porsi kepemilikan di PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Beliau membeli 200 ribu saham tambahan, yang mengerek porsinya menjadi 6,40%. Meskipun angka penambahannya terlihat mungil bagi ukuran investor besar, konsistensi Lo Kheng Hong dalam menambah muatan menunjukkan bahwa nilai intrinsik kedua saham tersebut mungkin masih jauh di atas harga pasar saat ini.

Bakrie Group dan Samuel Sekuritas Ikut Pertebal Kantong

Grup Bakrie juga menunjukkan taringnya. PT Bakrie Capital Indonesia menambah 464,52 juta saham BIPI, membuat porsi mereka naik signifikan ke level 6,73%. Sementara itu, PT Samuel Sekuritas Indonesia resmi masuk sebagai pemegang saham signifikan di PT Sentul City Tbk (BKSL) dengan porsi 5,05% setelah memborong 8,46 miliar saham. Samuel Sekuritas juga terpantau menambah kepemilikan di saham NSSS menjadi 10,24%.

Di sisi lain, ada juga pihak yang mulai melakukan aksi ambil untung atau distribusi. PT Adicipta Griyasejati tercatat melepas 19,85 juta saham BAPA, dan PT Karya Nusa Perdana menjual 10 juta saham MAXI. Penjualan saham oleh pemegang besar ini patut Anda waspadai sebagai tanda adanya penyesuaian portofolio atau strategi jangka pendek.

Kesimpulan: Saatnya Ikuti Jejak Para Raksasa?

Dinamika akumulasi dan distribusi saham oleh investor strategis ini mencerminkan optimisme yang tinggi terhadap beberapa sektor, terutama tambang dan properti. Aksi akuisisi jumbo di saham BIKE dan borong saham AMMN menjadi bukti nyata bahwa likuiditas di pasar modal Indonesia masih sangat terjaga. Tetaplah bijak dalam menganalisis data ini, dan jadikan pergerakan pemegang saham mayoritas sebagai referensi tambahan dalam menyusun strategi investasi Anda di tahun 2026 ini! (*)