Trump mengungkapkan bahwa Iran menawarkan komitmen untuk tidak memiliki senjata nuklir selama lebih dari 20 tahun. “Kita akan lihat apa yang terjadi. Tetapi saya pikir kita sangat dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran,” ujar Trump kepada media. Pernyataan ini memberikan harapan besar bahwa jalur pasokan minyak yang memutus sekitar seperlima pasokan dunia tersebut akan segera pulih total.
Gencatan Senjata Lebanon-Israel Jadi Kunci Utama
Selain faktor Iran, berlakunya gencatan senjata selama 10 hari antara Lebanon dan Israel mulai Jumat ini turut meredakan tensi geopolitik. Sebelumnya, kampanye militer di wilayah tersebut menjadi penghalang utama bagi upaya perdamaian komprehensif yang tengah diupayakan oleh negosiator internasional.
Meski begitu, para pelaku pasar tetap waspada. Fokus diplomasi saat ini bergeser dari kesepakatan perdamaian menyeluruh ke arah memorandum sementara. Targetnya jelas: mencegah konflik kembali pecah dan memastikan keamanan jalur distribusi energi tetap terjaga. memorandum ini diharapkan menjadi solusi jangka pendek untuk menghentikan perang yang sempat mengganggu stabilitas kawasan sejak akhir Februari lalu.
Nasib Selat Hormuz dan Pasokan Minyak Global
Penutupan Selat Hormuz selama hampir dua bulan terakhir memang memberikan dampak yang sangat destruktif bagi pasar. Analis dari ING memperkirakan ada gangguan aliran minyak sekitar 13 juta barel per hari akibat konflik tersebut. Jalur ini merupakan urat nadi pasokan energi dunia yang paling sibuk.
Jika kesepakatan sementara ini berjalan mulus, pasokan yang sempat tersendat akan kembali mengalir lancar ke pasar global. Namun, ketidakpastian tetap ada. Investor kini menanti detail dari pertemuan diplomatik akhir pekan ini untuk menentukan arah pergerakan harga minyak pekan depan. Apakah penurunan ini akan berlanjut, atau justru kembali rebound jika diplomasi menemui jalan buntu? (*)