Home Nasional Hasil Data Terbaru, BPS Temukan 11 Ribu KPM Tak Lagi Layak Terima Bansos!
Nasional

Hasil Data Terbaru, BPS Temukan 11 Ribu KPM Tak Lagi Layak Terima Bansos!

Bagikan
BPS temukan 11.014 KPM tak layak bansos. Data DTSEN 2026 diperbarui agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.
Bagikan

finnews.id – Badan Pusat Statistik (BPS) menemukan sebanyak 11.014 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tidak layak lagi menerima bantuan sosial. Temuan ini muncul setelah pemutakhiran terbaru Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) 2026.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa data tersebut merupakan hasil pembaruan DTSEN volume 2 tahun 2026 yang mencakup data keluarga dan individu.

“Sebanyak 11.014 KPM tergolong sebagai inclusion error, yakni penerima bantuan sosial yang berada pada desil 5 ke atas atau di luar kelompok sasaran utama,” kata dia, Senin, 13 April 2026, dikutip Antara.

Persentase Kecil, Tapi Berdampak Besar

Jumlah tersebut setara sekitar 0,06 persen dari total penerima bansos pada triwulan pertama yang mencapai 18,15 juta keluarga.

Meski terlihat kecil secara persentase, temuan ini tetap penting karena menyangkut ketepatan distribusi bantuan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

BPS juga mencatat adanya perubahan jumlah data setelah pemutakhiran terbaru.

Pada tingkat keluarga, jumlah data meningkat dari 95,0 juta menjadi 95,3 juta keluarga. Sementara itu, data individu juga bertambah dari 289,0 juta menjadi 289,3 juta individu.

Perubahan ini mencerminkan dinamika sosial dan kependudukan yang terus bergerak.

Pembaruan Data Perhitungkan Kematian dan Kelahiran

Amalia menjelaskan bahwa proses pembaruan data turut memasukkan berbagai faktor penting.

Pembaruan tersebut mencakup sekitar 314 ribu data kematian berdasarkan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), serta temuan lapangan sekitar 356 ribu kematian.

Selain itu, BPS juga memperhitungkan kelahiran baru serta reaktivasi nomor induk kependudukan dan kartu keluarga.

Hasil pemutakhiran ini kemudian diserahkan kepada Kementerian Sosial sebagai dasar penyaluran bansos tahap berikutnya.

Kemensos Siapkan Ribuan Penerima Baru

Di sisi lain, Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat sekitar 25 ribu KPM baru yang siap masuk dalam daftar penerima bansos triwulan II tahun 2026.

Penambahan ini juga berasal dari hasil pembaruan DTSEN volume dua yang dilakukan bersama BPS.

Dari 77.014 keluarga yang sebelumnya belum memiliki desil, sebanyak 27.176 keluarga berhasil terklasifikasi setelah verifikasi lapangan.

Mayoritas Masuk Kelompok Layak Bansos

Dari hasil klasifikasi tersebut, sebanyak 25.665 keluarga masuk kategori desil 1 hingga 4 dan berpotensi menerima bansos.

Sementara itu, 1.511 keluarga lainnya masuk desil 5 hingga 10 sehingga tidak layak menerima bantuan.

“Pembaruan data dilakukan secara berkala untuk meningkatkan akurasi dan memastikan bansos tepat sasaran,” kata dia.

Data Bansos Bersifat Dinamis

Kemensos menegaskan bahwa data penerima bansos terus berubah mengikuti kondisi di lapangan. Oleh karena itu, jumlah penerima bisa bertambah atau berkurang seiring pembaruan data.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan bantuan sosial benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bagikan
Artikel Terkait
Nasional

Sungai Citarum Meluap, 19.408 Warga Dayeuhkolot Terdampak Banjir!

finnews.id – Banjir masih merendam sejumlah wilayah di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa...

Nasional

Kemenhaj Perkuat Layanan Haji Ramah Lansia dan Disabilitas di Musim 2026

finnews.id – Kementerian Haji dan Umrah terus memperkuat kebijakan serta tata kelola...

Nasional

Kepala BGN Jelaskan Isu Pengadaan Laptop dan Kaos Kaki Rp4 Triliun

finnews.id – Setelah sempat panas dengan polemik motor listrik, Badan Gizi Nasional...

Menaker Yassierli
Nasional

8.389 Pekerja Kena PHK di Awal 2026, Ini Kata Menaker Yassierli

finnews,id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli angkat bicara terkait lonjakan angka pemutusan...